Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGO para penggemar anime Haikyuu!!, sosok Yu Nishinoya adalah nyawa di lini pertahanan Karasuno. Sebagai libero dengan julukan "Guardian Deity", kemampuannya menyelamatkan bola-bola mustahil seringkali menjadi penentu kemenangan. Namun, saat cerita memasuki babak timeskip (masa depan), banyak penggemar terkejut mendapati nama Nishinoya absen dari daftar pemain Timnas Voli Jepang di Olimpiade Tokyo.
Mengapa pemain berbakat sepertinya tidak menempuh jalur profesional seperti Hinata Shoyo atau Tobio Kageyama? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai alasan, kemampuan, dan jalan hidup yang dipilih Nishinoya.
Berbeda dengan mayoritas pemain Karasuno yang tetap berkecimpung di dunia voli atau bekerja di Jepang, Yu Nishinoya memilih jalan yang sangat unik. Alasan utama ia tidak masuk Timnas Voli Jepang adalah karena ia memutuskan untuk berhenti bermain voli secara kompetitif setelah lulus SMA.
Nishinoya memiliki jiwa yang sangat bebas. Baginya, dunia ini terlalu luas untuk hanya dihabiskan di dalam lapangan voli. Ia ingin melihat dunia, merasakan pengalaman baru, dan tidak ingin terikat oleh rutinitas atlet profesional yang sangat ketat. Haruichi Furudate (sang kreator) menuliskan bahwa Nishinoya ingin mengejar ketakutan-ketakutannya yang lain dan menaklukkannya, sama seperti ia menaklukkan servis lawan.
Sebelum membahas masa depannya, kita harus mengakui betapa mengerikannya kemampuan Nishinoya saat membela Karasuno. Ia bukan sekadar libero biasa:
Meskipun Nishinoya tidak bermain di level profesional, ia tetap dianggap sebagai salah satu libero terbaik yang pernah ada dalam sejarah SMA di Jepang versi cerita Haikyuu!!
Setelah lulus dari SMA Karasuno, Nishinoya melakukan hal yang tidak terduga. Ia memilih untuk menjadi seorang petualang dunia.
Dalam babak akhir manga, terungkap bahwa Nishinoya sedang berada di Italia. Ia menghabiskan waktunya dengan memancing ikan marlin dan berkeliling dunia untuk mencicipi berbagai pengalaman hidup. Ia tidak merasa menyesal meninggalkan voli karena baginya, voli adalah bagian dari masa mudanya yang indah, namun bukan seluruh hidupnya.
Menariknya, ia sempat bertemu dengan Asahi Azumane di Jepang sebelum akhirnya kembali berkeliling dunia. Meski tidak bermain di Olimpiade, Nishinoya tetaplah sosok yang menginspirasi karena ia berani memilih kebahagiaannya sendiri di luar ekspektasi orang lain. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved