Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Mengapa SMA Karasuno Sulit Mengalahkan SMA Dateko di Haikyuu!!? Begini Faktanya

Reynaldi Andrian Pamungkas
11/2/2026 23:20
Mengapa SMA Karasuno Sulit Mengalahkan SMA Dateko di Haikyuu!!? Begini Faktanya
SMA Date Tech(Doc IMDB)

DALAM dunia bola voli tingkat SMA di prefektur Miyagi, SMA Karasuno dikenal sebagai tim yang mengandalkan serangan balik cepat dan agresivitas tinggi. Namun, ada satu lawan yang selalu menjadi batu sandungan besar bagi mereka: SMA Date Tech (Dateko). Dikenal dengan julukan "Tembok Besi", Date Tech memiliki filosofi permainan yang merupakan antitesis dari gaya bermain Karasuno.

Head to Head: Sejarah Pertemuan Karasuno dan Date Tech

Rivalitas antara Karasuno dan Date Tech bukan sekadar soal angka di papan skor, melainkan soal trauma dan kebangkitan. Pada turnamen Inter-High sebelumnya, Karasuno menelan kekalahan pahit yang membuat Ace mereka, Asahi Azumane, kehilangan kepercayaan diri. Date Tech berhasil membungkam serangan Karasuno dengan skor telak, memaksa tim "Gagak" tersebut pulang lebih awal.

Pertemuan kembali terjadi di babak kedua turnamen Musim Semi (Spring High). Di sinilah Karasuno akhirnya berhasil meraih kemenangan lewat pertandingan dua set yang dramatis (25-19, 25-22). Meski menang, Karasuno harus mengeluarkan seluruh energi dan taktik baru mereka, termasuk serangan kombinasi yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh Dateko.

Mengapa Pertahanan Date Tech Begitu Menakutkan?

Kekuatan utama Date Tech terletak pada sistem Read Block. Mayoritas tim SMA menggunakan Commit Block, di mana blocker melompat sesaat sebelum bola dipukul berdasarkan prediksi. Namun, Date Tech memiliki disiplin tinggi untuk menunggu bola lepas dari tangan setter lawan (Read), baru kemudian bereaksi.

Hal ini membuat taktik "Decoy" atau umpan tipuan yang dilakukan Shoyo Hinata sering kali tidak mempan. Blocker Date Tech tidak mudah terkecoh oleh gerakan lari Hinata; mereka hanya fokus pada ke mana bola diarahkan oleh Tobio Kageyama. Kecepatan reaksi dan koordinasi tiga blocker sejajar inilah yang menciptakan ilusi tembok yang tidak bisa ditembus.

Pemain Kunci yang Mengubah Jalannya Pertandingan

1. Takanobu Aone (Date Tech)

Aone adalah simbol dari Tembok Besi itu sendiri. Dengan postur tubuh yang besar dan tanpa alis yang memberikan kesan intimidatif, Aone adalah blocker tengah yang sangat efisien. Kelebihannya bukan hanya pada tinggi badan, tetapi pada kemampuannya untuk tetap tenang dan tidak melompat pada umpan tipuan. Ia adalah rival sejati bagi Hinata dan tantangan terbesar bagi Asahi.

2. Asahi Azumane (Karasuno)

Bagi Karasuno, Asahi adalah kunci kemenangan. Jika Ace tidak bisa menembus blokade, maka mental tim akan runtuh. Dalam pertandingan melawan Date Tech, Asahi bertransformasi dari pemain yang penuh keraguan menjadi penyerang yang berani melakukan "tunda pukulan" di udara untuk menghindari blokade Aone.

3. Kenji Futakuchi (Date Tech)

Futakuchi adalah sayap serang sekaligus pemimpin di lapangan. Selain memiliki kemampuan blokade yang setara dengan Aone, ia juga menjadi motor serangan Date Tech. Ia sering kali memanfaatkan celah kecil di pertahanan Karasuno saat mereka terlalu fokus menyerang.

Mengapa Karasuno Selalu Kesulitan?

Faktanya, Date Tech adalah tim yang paling konsisten di Miyagi dalam hal struktur pertahanan. Karasuno yang mengandalkan momentum dan kecepatan sering kali frustrasi ketika serangan "Tempo Pertama" mereka terus menerus diredam. Selain itu, Date Tech memiliki servis yang sangat kuat yang sering kali merusak alur penerimaan bola (receive) Karasuno, sehingga Kageyama tidak bisa memberikan umpan yang ideal bagi para penyerang.

SMA Karasuno sulit mengalahkan Date Tech karena perbedaan fundamental gaya bermain. Date Tech dirancang untuk menetralisir kecepatan, yang merupakan senjata utama Karasuno. Kemenangan Karasuno atas Date Tech bukan hanya soal teknik, melainkan kemenangan mental untuk terus bangkit meski serangan berkali-kali dipatahkan oleh Tembok Besi. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya