Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para penggemar Jujutsu Kaisen, momen ketika Ryomen Sukuna mengambil alih tubuh Megumi Fushiguro adalah salah satu plot twist paling mengejutkan sekaligus brilian dalam sejarah manga modern. Peristiwa yang terjadi di tengah hiruk-pikuk Culling Game (Permainan Culling) ini mengubah peta kekuatan dunia jujutsu secara drastis.
Namun, jika kita menelisik kembali ke bab-bab awal, Gege Akutami sebenarnya sudah menabur petunjuk bahwa Raja Kutukan ini memiliki agenda tersendiri terhadap pewaris klan Zenin tersebut.
Perpindahan ini bukanlah keputusan impulsif. Sukuna, dengan pengalaman ribuan tahunnya, telah memperhitungkan segalanya dengan matang. Artikel ini akan membedah secara mendalam alasan taktis, kronologi waktu, dan metode licik yang digunakan Sukuna untuk menjadikan Megumi sebagai wadah barunya.
Banyak pembaca yang mungkin lupa bahwa ketertarikan Sukuna pada Megumi sudah dimulai sejak awal seri, tepatnya pada Arc Juvenile Detention Center. Saat itu, Sukuna yang sedang menguasai tubuh Yuji Itadori bertarung melawan Megumi.
Alih-alih membunuhnya dengan cepat, Sukuna justru terhenti ketika melihat Megumi bersiap mengeluarkan teknik pamungkasnya (yang kemudian kita ketahui sebagai pemanggilan Mahoraga).
Pada momen tersebut, Sukuna menyadari dua hal krusial:
Sejak saat itulah, Sukuna mulai menyusun rencana. Ia menolak bekerja sama dengan Jogo dan Mahito di Shibuya demi menjaga agar Megumi tetap hidup, semata-mata karena ia membutuhkan tubuh tersebut di masa depan.
Ada dua alasan fundamental mengapa Sukuna memilih Megumi Fushiguro dibandingkan tetap berada di tubuh Yuji Itadori atau mencari wadah lain.
Alasan paling pragmatis adalah Teknik Sepuluh Bayangan (Ten Shadows Technique) milik klan Zenin. Sukuna, sebagai ahli jujutsu, memahami bahwa teknik ini memiliki potensi tak terbatas, terutama shikigami pamungkas: Mahoraga (Eight-Handled Sword Divergent Sila Divine General Mahoraga).
Mahoraga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan segala bentuk serangan. Sukuna menyadari bahwa untuk menembus pertahanan mutlak "Infinity" milik Gojo Satoru, ia membutuhkan kemampuan adaptasi Mahoraga.
Dengan mengambil alih tubuh Megumi, Sukuna tidak hanya mendapatkan wadah baru, tetapi juga akses penuh ke gudang senjata shikigami yang bisa ia tingkatkan kekuatannya dengan energi kutukannya yang masif.
Tubuh Yuji Itadori didesain secara khusus (kemungkinan besar oleh Kenjaku) untuk menjadi "penjara" bagi Sukuna. Sekuat apa pun Sukuna, Yuji memiliki resistensi alami yang mampu menekan jiwa Sukuna, membuatnya sulit mengambil alih kendali secara permanen.
Sebaliknya, Megumi adalah penyihir jujutsu normal dengan potensi wadah yang baik. Ia tidak memiliki resistensi alamiah seperti Yuji. Sukuna tahu bahwa jika ia bisa mematahkan jiwa Megumi, ia bisa menguasai tubuh tersebut sepenuhnya tanpa takut ditekan kembali oleh pemilik aslinya.
Proses perpindahan tubuh ini dieksekusi melalui sebuah Sumpah Pengikat (Binding Vow) yang sangat cerdik dan manipulatif. Berikut adalah kronologi teknisnya
Mekanisme "Enchain" (Rantai)
Di awal cerita, Sukuna membuat perjanjian dengan Yuji untuk menghidupkannya kembali. Syaratnya adalah:
Di Chapter 212, Sukuna mengaktifkan "Enchain". Dalam waktu satu menit tersebut, ia melakukan langkah berikut:
Momen ini menunjukkan betapa jeniusnya Sukuna dalam mengeksploitasi celah aturan jujutsu. Ia memanfaatkan ketidakstabilan emosi Megumi sebagai celah masuk untuk menekan jiwa Megumi jauh ke dalam kegelapan.
Keputusan Sukuna pindah ke tubuh Megumi menjadi titik balik kekalahan para penyihir jujutsu di babak akhir. Dengan tubuh Megumi, Sukuna berhasil:
Perpindahan Sukuna ke tubuh Megumi Fushiguro adalah bukti bahwa Ryomen Sukuna bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga seorang taktis yang mengerikan. Ia menunggu ratusan bab, bersabar di dalam "penjara" Yuji, hanya untuk menunggu momen yang tepat ketika jiwa Megumi retak.
Rencana ini didasari oleh kebutuhan akan Ten Shadows untuk mengatasi Gojo Satoru dan kebutuhan akan wadah yang bisa ia kendalikan sepenuhnya. Tragedi Megumi Fushiguro adalah salah satu kisah paling memilukan namun ditulis dengan sangat rapi dalam saga Jujutsu Kaisen. (Z-4)
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Arc ini bukan sekadar turnamen pertarungan biasa. Ini adalah ritual evolusi paksa yang melibatkan seluruh Jepang, di mana penyihir masa lalu dan masa kini saling membunuh
Dalam kekacauan ini, Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro harus berhadapan dengan sekutu dan musuh baru yang memiliki kekuatan luar biasa.
Cerita dimulai saat Yuji Itadori, seorang siswa SMA dengan kemampuan fisik luar biasa, secara tidak sengaja menelan jari terkutuk milik Ryomen Sukuna, Raja Kutukan.
Arc ini bukan sekadar turnamen pertarungan biasa. Ini adalah ritual evolusi paksa yang melibatkan seluruh Jepang, di mana penyihir masa lalu dan masa kini saling membunuh
Gojo Satoru tewas karena ia tidak menduga bahwa Sukuna bisa memperluas skala serangannya. Bagi Infinity, serangan yang mengincar objek akan selalu terhalang oleh jarak tak terbatas.
Domain Expansion bekerja dengan menjebak lawan dalam penghalang (barrier) yang telah diperkuat dengan teknik kutukan pengguna.
Dalam kekacauan ini, Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro harus berhadapan dengan sekutu dan musuh baru yang memiliki kekuatan luar biasa.
Cerita dimulai saat Yuji Itadori, seorang siswa SMA dengan kemampuan fisik luar biasa, secara tidak sengaja menelan jari terkutuk milik Ryomen Sukuna, Raja Kutukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved