Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM semesta Jujutsu Kaisen (JJK), kekuatan seorang penyihir tidak hanya diukur dari seberapa besar energi kutukannya, tetapi juga dari kemampuannya mencapai fokus puncak. Fenomena ini dikenal sebagai Black Flash atau Kokusen. Serangan ini bukan sekadar teknik biasa; ia adalah distorsi ruang yang terjadi saat energi kutukan diterapkan dalam waktu sepersejuta detik saat benturan fisik.
Efeknya luar biasa: kekuatan serangan meningkat hingga pangkat 2,5. Selain itu, pengguna yang berhasil mendaratkannya akan masuk ke dalam "The Zone", meningkatkan output energi mereka hingga 120%. Berikut adalah daftar 10 pengguna Black Flash terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah Jujutsu Kaisen.
Yuji Itadori bukan hanya pengguna, ia adalah "pilihan" dari kilatan hitam tersebut. Yuji memegang rekor dunia dengan mendaratkan 8 kali Black Flash berturut-turut saat melawan Ryomen Sukuna di pertempuran Shinjuku. Pencapaian ini melampaui rekor legendaris Kento Nanami dan Satoru Gojo, menjadikannya penyihir dengan pemahaman paling dalam mengenai esensi energi kutukan melalui Kokusen.
Sebagai Raja Kutukan, Sukuna membuktikan bahwa Black Flash bukan hanya milik protagonis. Dalam pertempuran terakhirnya, Sukuna mendaratkan beberapa Black Flash (tercatat sekitar 4-5 kali secara signifikan) untuk memulihkan output teknik kutukannya dan Reverse Cursed Technique (RCT) yang sempat menurun akibat serangan para penyihir Jujutsu High.
Meski memiliki Six Eyes, Gojo mengakui bahwa ia tidak bisa menggunakan Black Flash sesuka hati. Namun, dalam duel maut melawan Sukuna, Gojo mendaratkan total Black Flash terbanyak secara kumulatif sepanjang kariernya. Serangan Kokusen miliknya sangat fatal karena dikombinasikan dengan teknik Blue atau Red.
Sebelum Yuji muncul, Nanami adalah pemegang rekor 4 kali Black Flash berturut-turut yang ia lakukan saat Insiden Parade Seratus Iblis. Nanami menjelaskan bahwa mendaratkan teknik ini lebih kepada masalah keberuntungan dan fokus ekstrem daripada bakat murni, meski ia sendiri dikenal sangat presisi.
Mahito adalah satu-satunya roh kutukan yang dikonfirmasi mampu menggunakan Black Flash. Ia mendaratkannya dua kali selama Insiden Shibuya (melawan Yuji dan Aoi Todo). Melalui Black Flash, Mahito berhasil memahami "bentuk asli jiwanya" dan berevolusi menjadi bentuk Instant Spirit Body of Distorted Killing.
Dalam versi film Jujutsu Kaisen 0, Yuta mendaratkan Black Flash yang sangat kuat saat melawan Suguru Geto. Meskipun di manga aslinya momen ini tidak digambarkan secara eksplisit sebagai Black Flash, adaptasi anime mengonfirmasi bahwa Yuta memiliki potensi untuk mengakses "The Zone" saat emosinya memuncak.
Mentor Yuji dalam memahami Black Flash ini mendaratkan teknik tersebut saat melawan Mahito di Shibuya. Meskipun Todo lebih fokus pada dukungan taktis menggunakan Boogie Woogie, kekuatan fisiknya yang besar membuat Black Flash-nya memiliki daya hancur yang masif.
Nobara membuktikan kehebatannya sebagai penyihir kelas satu saat mendaratkan Black Flash secara bersamaan dengan Yuji dalam pertarungan melawan Eso dan Kechizu. Momen ini menunjukkan bahwa Nobara memiliki kontrol energi kutukan yang jauh melampaui rata-rata penyihir sebayanya.
Sebagai junior yang sangat menghormati Nanami, Ino akhirnya berhasil mendaratkan Black Flash dalam pertempuran besar melawan Sukuna. Ini menjadi momen emosional yang menunjukkan bahwa warisan dan ajaran Nanami terus hidup dalam diri Ino.
Sebagai salah satu dari Death Painting Womb, Choso memiliki struktur tubuh yang unik. Dalam pertempuran intens melawan Sukuna, Choso berhasil mengakses fokus puncak dan mendaratkan kilatan hitam demi melindungi adik tercintanya, Yuji Itadori. (Z-4)
Black Flash adalah distorsi ruang yang tercipta ketika energi kutukan diterapkan pada serangan fisik dalam waktu sepersejuta detik (0,000001 detik) saat benturan terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved