Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Apa Itu Culling Game di Jujustu Kaisen Season 3? Muncul setelah Pertempuran Shibuya

Reynaldi Andrian Pamungkas
26/1/2026 22:50
Apa Itu Culling Game di Jujustu Kaisen Season 3? Muncul setelah Pertempuran Shibuya
Jujutsu Kaisen Season 3(Doc IMDB)

BAGI para penggemar anime yang baru saja menyelesaikan arc Insiden Shibuya yang traumatis, Jujutsu Kaisen Season 3 akan membawa Anda masuk ke dalam babak yang jauh lebih kelam dan kompleks: Culling Game (Shimetsu Kaiyu). Jika Shibuya adalah tentang penyegelan Gojo Satoru, maka Culling Game adalah tentang "seleksi alam" dunia penyihir Jujutsu yang dirancang oleh otak terjahat dalam sejarah, Kenjaku.

Arc ini bukan sekadar turnamen pertarungan biasa. Ini adalah ritual evolusi paksa yang melibatkan seluruh Jepang, di mana penyihir masa lalu dan masa kini saling membunuh demi bertahan hidup. Artikel ini akan membedah secara lengkap apa itu Culling Game, aturan main yang rumit, serta siapa saja pemain kunci yang wajib Anda perhatikan.

Culling Game sering disebut sebagai "Battle Royale" versi Jujutsu Kaisen, namun dengan sistem hukum yang mengikat secara supernatural. Memahami aturannya adalah kunci untuk menikmati Season 3, karena banyak strategi karakter bergantung pada celah aturan ini.

Definisi Culling Game (Shimetsu Kaiyu)

Secara harfiah, Culling Game adalah permainan saling bunuh antar penyihir Jujutsu yang diadakan di dalam 10 koloni penghalang (barrier) yang tersebar di seluruh Jepang. Permainan ini diinisiasi oleh Kenjaku (yang merasuki tubuh Suguru Geto) setelah ia menyerap Mahito dan mengaktifkan teknik Idle Transfiguration di akhir Insiden Shibuya.

Tujuan permukaannya adalah untuk mengoptimalkan energi kutukan di Jepang. Kenjaku telah menandai ribuan orang: mereka yang memiliki teknik kutukan tapi otaknya non-penyihir (seperti Junpei), dan mereka yang menelan objek kutukan (wadah seperti Yuji). Dengan mengaktifkan teknik tersebut, ribuan penyihir baru lahir dan dipaksa untuk saling membunuh.

8 Aturan Dasar Culling Game

Permainan ini diawasi oleh Shikigami bernama "Kogane" yang bertindak sebagai antarmuka bagi setiap pemain. Berikut adalah 8 aturan asli yang ditetapkan saat permainan dimulai. Memahami aturan ini sangat krusial karena nyawa karakter favorit Anda bergantung padanya.

No Aturan Penjelasan Singkat
1 Waktu Masuk Pemain yang telah dibangkitkan harus menyatakan partisipasi di koloni pilihan mereka dalam waktu 19 hari.
2 Hukuman Penolakan Melanggar aturan ke-1 akan mengakibatkan penghapusan Teknik Kutukan (yang berarti kematian bagi penyihir).
3 Non-Pemain Warga sipil yang sudah berada di dalam koloni saat permainan mulai dianggap sebagai pemain secara otomatis.
4 Sistem Poin Pemain mendapatkan poin dengan membunuh pemain lain.
5 Nilai Poin Nilai poin ditentukan oleh Game Master. Umumnya: Penyihir = 5 poin, Non-Penyihir = 1 poin.
6 Penambahan Aturan Pemain dapat menukar 100 poin untuk menambahkan satu aturan baru ke dalam Culling Game.
7 Syarat Aturan Baru Game Master harus menyetujui aturan baru selama tidak memiliki dampak jangka panjang yang merusak permainan.
8 Hukuman Pasif Jika skor pemain tetap sama selama 19 hari, Teknik Kutukan mereka akan dihapus (mati).

Peserta Kunci dalam Culling Game

Dalam arc ini, kita tidak hanya akan melihat perkembangan karakter utama, tetapi juga pengenalan karakter baru yang sangat kuat dari era masa lalu yang dibangkitkan kembali oleh Kenjaku.

1. Tim SMK Jujutsu (Protagonis)

Tujuan utama mereka adalah menggunakan poin untuk membuat aturan baru yang memungkinkan Tsumiki Fushiguro (kakak Megumi) selamat dan membebaskan Gojo Satoru.

  • Yuji Itadori: Masuk ke koloni Tokyo No. 1. Masih membawa rasa bersalah dari Shibuya.
  • Megumi Fushiguro: Menjadi pemimpin klan Zenin, fokus utamanya adalah menyelamatkan kakaknya.
  • Yuta Okkotsu: Masuk ke koloni Sendai sendirian dan mendominasi area tersebut.
  • Kinji Hakari: Siswa tahun ketiga yang akhirnya muncul. Kekuatannya diakui oleh Gojo.
  • Maki Zenin: Setelah evolusi fisiknya, dia menjadi monster yang setara dengan Toji Fushiguro.

2. Penyihir Masa Lalu (Reinkarnasi)

Mereka adalah penyihir dari 400 atau 1000 tahun lalu yang membuat kontrak dengan Kenjaku untuk hidup kembali di zaman modern.

  • Hajime Kashimo: Penyihir elemen petir dari 400 tahun lalu. Dia mencari Sukuna untuk bertarung.
  • Hiromi Higuruma: Seorang pengacara jenius yang teknik kutukannya berbasis sistem hukum. Salah satu karakter dengan perkembangan terbaik di arc ini.
  • Ryu Ishigori & Takako Uro: Penyihir kuat yang dihadapi Yuta di Sendai.
  • Angel (Hana Kurusu): Kunci untuk membuka segel Prison Realm Gojo Satoru.

Tujuan Akhir: Penyatuan dengan Tengen

Kenapa Kenjaku repot-repot membuat permainan ini? Culling Game sebenarnya adalah ritual persiapan raksasa. Energi kutukan yang dihasilkan dari pertarungan di dalam koloni akan digunakan untuk mempersiapkan "The Merger" atau penyatuan antara Master Tengen dengan seluruh umat manusia di Jepang.

Jika ini terjadi, manusia akan berevolusi menjadi entitas yang lebih tinggi namun kehilangan individualitasnya, menciptakan kekacauan yang menurut Kenjaku adalah bentuk sejati dari energi kutukan. (Z-4)

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya