Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Roby Tremonti Singgung Beberapa Pasal Tanggapi Buku Broken Strings Aurelie Moeremans 

Nike Amelia Sari
13/1/2026 08:58
Roby Tremonti Singgung Beberapa Pasal Tanggapi Buku Broken Strings Aurelie Moeremans 
Aktor Roby Tremonti(Instagram @robytremonti)

KARYA terbaru aktris Aurelie Moeremans yang terbit secara mandiri, buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, tengah memicu diskursus publik yang hangat. Buku ini mengisahkan memori kelam masa remaja sang aktris, yang di dalamnya menyinggung isu sensitif seperti child grooming serta kekerasan psikologis.

Meski Aurelie menggunakan nama samaran "Bobby" untuk menyamarkan identitas pria yang terlibat dalam trauma masa lalunya, spekulasi publik tak terbendung. 

Netizen mulai menghubungkan detail cerita tersebut dengan Roby Tremonti, mantan kekasih Aurelie. Kecurigaan pembaca muncul karena adanya kesamaan latar belakang dan rangkaian peristiwa yang dipaparkan dalam buku.

Respons Roby Tremonti 

Melansir dari situs metrotvnews.com, Senin (12/1), menanggapi keriuhan di media sosial, baru-baru ini, Roby Tremonti mengunggah konten yang menyoroti konsekuensi hukum dari sebuah karya literasi melalui akun Instagram miliknya. 

Ia mengungkapkan bahwa menyamarkan nama tokoh tidak secara otomatis membebaskan penulis dari jerat hukum jika sosok asli masih bisa dikenali oleh khalayak.

Berdasarkan penjelasan yang dibagikan Roby, identifikasi personal tetap bisa terjadi melalui deskripsi ciri khas atau alur cerita yang spesifik. Ia juga merujuk pada beberapa instrumen hukum terkait pencemaran nama baik:

  • Pasal 310 ayat (2) KUHP: Mengenai penghinaan tertulis (ancaman 1 tahun 4 bulan penjara).
  • Pasal 311 KUHP: Mengenai fitnah (ancaman hingga 4 tahun penjara).
  • Pasal 27A UU ITE: Terkait penyebaran konten bermuatan pencemaran nama baik di ranah digital.

Inti Cerita dan Dampak Sosial

Dalam memoarnya, Aurelie menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan. 

Buku ini menyoroti bagaimana relasi toksik dan manipulatif di usia dini memberikan dampak psikologis yang mendalam hingga ia dewasa.

Selain menjadi sarana katarsis pribadi, Broken Strings berhasil membuka mata masyarakat mengenai bahaya child grooming dan ketimpangan relasi kuasa, khususnya di lingkungan industri kreatif. 

Kesuksesan buku ini bahkan menarik perhatian sejumlah rumah produksi yang berminat mengadaptasi kisah tersebut ke layar lebar. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya