Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Menjemput Hidayah Lewat Cinta, Film Bidadari Surga Siap Tayang Mulai 15 Januari 2026

Basuki Eka Purnama
12/1/2026 07:16
Menjemput Hidayah Lewat Cinta, Film Bidadari Surga Siap Tayang Mulai 15 Januari 2026
Poster film Bidadari Surga(imdb)

INDUSTRI perfilman Tanah Air kembali diramaikan dengan genre drama romantis religius melalui karya terbaru rumah produksi Max Pictures berjudul Bidadari Surga. Film yang disutradarai oleh Indra Gunawan ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Januari 2026.

Film ini menyoroti kisah cinta yang tumbuh di tengah perbedaan tajam antara prinsip hidup, nilai-nilai moral, dan latar belakang sosial. Namun, di balik perbedaan tersebut, ketulusan dan proses transformasi diri menjadi benang merah yang menyatukan para karakternya.

Sutradara Indra Gunawan mengungkapkan bahwa dalam penggarapannya, ia menggunakan pendekatan yang jujur dan berusaha tetap relevan dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini. 

Menurutnya, Bidadari Surga bukan sekadar drama romantis biasa, melainkan sebuah refleksi tentang pendewasaan diri melalui perasaan cinta.

“Bidadari Surga adalah film tentang proses. Tentang bagaimana cinta tidak memaksa, tetapi mengajak seseorang untuk bertumbuh dan berubah menjadi lebih baik. Saya berharap film ini bisa menyentuh hati penonton,” ujar Indra Gunawan dalam keterangan pers, dikutip Senin (12/1).

Alur cerita film ini berpusat pada tokoh Taufan, yang diperankan aktor Rey Mbayang

Taufan digambarkan sebagai seorang YouTuber sukses yang kerap memproduksi konten-konten kontroversial. Kehidupan Taufan yang penuh dengan hingar-bingar popularitas mulai berubah drastis ketika ia bertemu dengan Nadia, yang diperankan Dinda Hauw.

Nadia merupakan putri seorang kiai yang memiliki ketaatan beragama dan prinsip hidup yang sangat kuat. Konflik utama muncul ketika Taufan meminta Nadia melepas hijab demi kepentingan kontennya, sebuah permintaan yang ditolak mentah-mentah oleh Nadia. 

Penolakan tersebut justru menjadi katalis bagi Taufan untuk memulai perjalanan spiritual atau hijrah yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Bagi Rey Mbayang, memerankan karakter Taufan memberikan tantangan emosional yang mendalam. Ia menilai karakter ini sangat manusiawi karena memiliki sisi gelap sebelum akhirnya menemukan jalan perubahan.

“Taufan bukan sosok sempurna. Dia penuh ego, tapi memiliki keinginan untuk berubah. Film ini mengajarkan bahwa cinta sejati berarti menghormati nilai dan keyakinan pasangan,” tutur Rey.

Dengan narasi yang menyentuh dan konflik yang dekat dengan kehidupan digital masa kini, Bidadari Surga diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara hiburan dan pesan moral yang mendalam bagi para penontonnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya