Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Rey Mbayang dan Dinda Hauw Beradu Akting dalam Bidadari Surga

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 11:48
Rey Mbayang dan Dinda Hauw Beradu Akting dalam Bidadari Surga
Poster film Bidadari Surga(Instagram @bioskop)

PASANGAN selebritas Rey Mbayang dan Dinda Hauw kembali dipertemukan dalam satu layar melalui film drama romantis terbaru berjudul Bidadari Surga

Film yang disutradarai oleh Indra Gunawan ini menjanjikan kisah yang tidak sekadar romansa biasa, melainkan sebuah perjalanan batin mengenai transformasi karakter dan keteguhan prinsip.

Produksi terbaru dari Max Pictures ini telah merilis poster resminya yang menampilkan kemesraan Rey dan Dinda tengah berjalan bergandengan tangan. 

Meski tampil serasi dalam poster, jalinan cerita di dalamnya justru diawali dengan benturan gaya hidup yang kontras antara kedua tokoh utama.

Pertemuan Dua Dunia yang Berbeda

Dalam film ini, Rey Mbayang memerankan tokoh bernama Taufan. Ia digambarkan sebagai sosok YouTuber sukses yang hidup bergelimang harta dan popularitas berkat konten-kontennya yang kontroversial. 

Kehidupan Taufan yang serba bebas mulai terusik saat ia bertemu dengan Nadia Suciningrum, yang diperankan oleh Dinda Hauw.

Nadia adalah putri dari seorang kiai kharismatik, H. Suciningrum (Indro Warkop). 

Berbanding terbalik dengan Taufan, Nadia menjalani hidup dengan kesederhanaan dan ketaatan beragama yang kuat. 

Konflik utama mulai memanas ketika Taufan, demi tuntutan konten, meminta Nadia untuk melepas hijabnya. Penolakan tegas dari Nadia inilah yang justru menjadi titik balik bagi Taufan.

Rey Mbayang menjelaskan bahwa karakter Taufan memiliki dimensi perubahan yang menarik untuk diikuti. 

"Taufan adalah sosok yang penuh kekurangan. Dari trailer, penonton bisa melihat proses perubahannya," ujar Rey. 

Ia juga menekankan pesan moral dalam film ini, "Film ini mengajarkan bahwa ketika kita benar-benar mencintai, kita harus belajar menghormati nilai dan keyakinan orang lain."

Keteguhan di Tengah Komitmen

Bagi Dinda Hauw, memerankan Nadia memberikan kesan mendalam, terlebih film ini diproduksi setelah ia melewati fase penting dalam hidupnya. 

"Film ini diproduksi setelah aku lahiran anak pertama. Nadia menunjukkan bahwa mempertahankan keyakinan bukanlah penghalang cinta, justru bisa menjadi fondasi yang kuat," tuturnya. 

Dinda mendeskripsikan Nadia sebagai sosok perempuan yang lembut namun memiliki prinsip yang tidak tergoyahkan.

Sutradara Indra Gunawan menambahkan bahwa Bidadari Surga ingin menyoroti sisi pendewasaan dalam sebuah hubungan. Menurutnya, cinta sejati seharusnya menjadi motor penggerak untuk seseorang menjadi lebih baik.

"Lewat Bidadari Surga, kami ingin menunjukkan bahwa cinta sejati tidak menuntut, melainkan mengajak bertumbuh. Film ini bukan hanya tentang romansa, tetapi juga tentang proses perubahan dan pencarian makna hidup," kata Indra.

Film Bidadari Surga dijadwalkan akan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026. 

Dengan kolaborasi apik antara Rey-Dinda dan aktor senior Indro Warkop, film ini diharapkan menjadi refleksi bagi penonton mengenai pentingnya menghargai pilihan hidup dan keyakinan orang lain di tengah perasaan cinta. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya