Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, resmi merilis single terbaru bertajuk Bumi Menangis (Unplugged). Karya ini hadir sebagai respons empatik terhadap bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh baru-baru ini.
Meski dikenal dengan musik yang berenergi tinggi, kali ini, Man Sinner memilih pendekatan berbeda.
Band yang digawangi oleh Achmad Alwan Damanik (vokal/gitar), Agga Satria Prabowo (gitar), Nero Riansyah (bass), dan Agung Bahtiar (drum) ini sepakat menurunkan tempo musik mereka menjadi format akustik. Tujuannya jelas: agar pendengar dapat lebih fokus pada kekuatan pesan yang terkandung dalam liriknya.
"Kami ingin siapa pun yang mendengar lagu ini bisa ikut merenung dan mencipta perubahan. Perubahan tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri, lalu menyebar ke orang lain," ujar sang vokalis, Achmad Alwan Damanik, dalam keterangan tertulisnya.
Lagu Bumi Menangis (Unplugged) sebenarnya merupakan versi baru dari lagu utama dalam album mereka yang dirilis pada 2020 lalu.
Relevansi liriknya dengan kondisi Indonesia saat ini menjadi alasan utama mengapa Man Sinner memilih untuk mengemas ulang lagu tersebut dengan aransemen yang lebih kontemplatif.
Gitaris Man Sinner, Agga Satria, menjelaskan bahwa lagu ini merupakan peringatan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
"Lirik lagu ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghentikan eksploitasi berlebihan terhadap Bumi. Jika tidak, alam akan mencari keseimbangannya sendiri melalui bencana yang pasti memakan korban," tuturnya.
Untuk memperkuat pesan tersebut, Man Sinner juga merilis video klip yang menampilkan realitas pahit di lapangan. Visualnya memadukan rangkaian peristiwa banjir di Indonesia dengan dokumentasi eksploitasi hutan yang beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.
Nero Riansyah menilai strategi visual ini sangat krusial di era digital.
"Di era media sosial dan gawai seperti sekarang, manusia lebih cenderung menjadi makhluk visual. Kami berharap pesan lagu ini lebih kuat tersampaikan lewat format video klip," jelas sang pembetot bas.
Keseriusan Man Sinner dalam mengawal isu ini juga terlihat dari perubahan jadwal internal mereka. Sang penggebuk drum, Agung Bahtiar, mengungkapkan bahwa mereka memutuskan menunda agenda rekaman dua lagu baru demi fokus pada perilisan ini.
"Karya ini digarap secara spontan setelah melihat peristiwa bencana kemarin," ungkapnya.
Video klip Bumi Menangis (Unplugged) sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Man Sinner mulai 9 Januari 2026.
Sementara itu, bagi pendengar yang ingin menikmati versi audionya, lagu ini akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026. Sebagai bagian dari promosi sekaligus kampanye lingkungan, Man Sinner dijadwalkan tampil di sejumlah panggung di Jabodetabek sepanjang Januari hingga Februari mendatang. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved