Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH tiga tahun menghilang dari peredaran, unit skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, akhirnya kembali ke panggung musik dengan semangat baru dan visi yang lebih tajam. Mereka hadir memperkenalkan single Akhiri Perpecahan, yang digarap bersama Fyan, vokalis dari unit punk rock asal Yogyakarta, Rebellion Rose.
Kolaborasi ini bukan sekadar strategi musikal, melainkan bentuk nyata dari semangat kolektif yang selama ini menjadi napas utama skena punk, yakni solidaritas, persatuan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Dalam liriknya, lagu Akhiri Perpecahan menyuarakan keresahan atas maraknya diskriminasi sosial, ras, dan agama yang kian mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Lebih dari itu, single ini juga menjadi refleksi terhadap perpecahan yang kerap muncul bahkan di dalam komunitas musik itu sendiri.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, personel Man Sinner menegaskan bahwa bagi mereka musik adalah medium perjuangan, bukan sekadar hiburan.
"Setelah tiga tahun diam, kami merasa waktunya untuk kembali. Lagu 'Akhiri Perpecahan' jadi pengingat bahwa semangat punk bukan cuma soal musik cepat dan lantang, tapi juga tentang menyatukan perbedaan dan saling dukung," ujar mereka.
Man Sinner sendiri sebelumnya dikenal lewat album penuh Bumi Menangis, yang memuat 15 lagu, yakni Intro, Outro, Akhiri Perpecahan (feat: Fyan Rebellion Rose), Bumi Menangis, Selamat Datang, Hey Punkers, dan Beautiful Rebel.
Serta lagu Meraih Semua Mimpi, Peduli, UUD, Supir Truk, Bangkit dan Yakinlah, Terbunuh Masa Lalu, Hilangkan Penat, dan Kompas Anthem (East Cruel).
Lagu-lagu tersebut memotret keresahan sosial dan semangat perlawanan, termasuk single Akhiri Perpecahan, yang kini diperkenalkan sebagai penanda kembalinya Man Sinner ke dunia musik, sekaligus pernyataan sikap yang kuat terhadap kondisi sosial yang semakin terfragmentasi.
Secara musikal, single Akhiri Perpecahan tetap mempertahankan identitas khas Man Sinner: cepat, agresif, dan penuh energi. Namun, ada kedewasaan baru yang terasa dalam struktur lagu dan liriknya.
Perpaduan vokal antara Man Sinner dan Fyan Sinner menciptakan dinamika yang kuat, seolah menjadi dialog dua suara dari dua kota yang berbeda, namun memiliki keresahan yang sama. Liriknya lugas dan langsung, tanpa basa-basi, namun tetap menyisakan ruang untuk interpretasi dan refleksi.
Kembalinya Man Sinner juga tidak berhenti pada satu lagu. Unit asal Bekasi ini tengah mempersiapkan perilisan single berikutnya berjudul "Kembali", yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.
Jika lagu Akhiri Perpecahan adalah seruan untuk bersatu, maka single Kembali akan menjadi bentuk refleksi personal dan kolektif atas perjalanan mereka selama ini.
Lagu ini akan menjadi pernyataan bahwa Man Sinner tidak hanya kembali, tetapi juga siap melangkah lebih jauh, dengan formasi yang lebih solid, keberanian yang lebih besar, dan komitmen yang tetap teguh pada semangat skatepunk.
Dalam konteks yang lebih luas, kembalinya Man Sinner membawa angin segar bagi skena punk lokal yang selama ini terus bergerak di bawah radar arus utama.
Di tengah gempuran tren musik digital dan budaya instan, kehadiran band seperti Man Sinner menjadi pengingat bahwa musik masih bisa menjadi alat perjuangan, ruang ekspresi, dan sarana membangun solidaritas.
Dengan energi baru, lirik yang tajam, dan semangat yang tak pernah padam, Man Sinner siap kembali mengguncang gigs-gigs di berbagai penjuru tanah air. Mereka tidak hanya membawa musik, tetapi juga pesan: bahwa di tengah dunia yang semakin terpecah, suara-suara dari bawah tetap bisa bersatu dan bersuara lantang.
Single Akhiri Perpecahan dan materi lagu lain dalam album penuh Bumi Menangis milik Man Sinner sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. (Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved