Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Jerome Polin Hitung Deforestasi Indonesia Selama 20 Tahun Terakhir: Setara 14 Juta Lapangan Sepak Bola

Abi Rama
09/12/2025 11:39
Jerome Polin Hitung Deforestasi Indonesia Selama 20 Tahun Terakhir: Setara 14 Juta Lapangan Sepak Bola
Jerome Polin(Instagram @jeromepolin)

YOUTUBER dan kreator edukasi Jerome Polin kembali menarik perhatian publik lewat konten hitung-hitungan matematikanya. Dalam sebuah video terbarunya di Instagram Reels, Jerome mengupas betapa luasnya deforestasi yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Jerome mengonversi angka-angka besar menjadi contoh konkret agar mudah dibayangkan oleh masyarakat.

Dalam video tersebut, Jerome menjelaskan bahwa Indonesia telah kehilangan 10 juta hektare hutan selama dua dekade. Angka itu setara dengan 100 ribu kilometer persegi, atau jika dihitung ke satuan yang lebih kecil mencapai 100 miliar meter persegi. Jerome kemudian membandingkan angka deforestasi tersebut dengan luas lapangan sepak bola.

“Biar lebih kebayang, 10 juta hektare itu seluas apa, Nih satu lapangan sepak bola (umumnya) itu tuh 7.140 meter kuadrat. 100 miliar dibagi 7.140, ini (deforestasi) sama dengan 14 juta lapangan sepak bola,” jelas Jerome dalam reels instagram yang diunggah pada Minggu (7/12). 

Tidak berhenti di situ, Jerome juga membandingkannya dengan ukuran Pulau Bali. Dengan luas sekitar 5.390 kilometer persegi, ia menunjukkan bahwa deforestasi tersebut sama dengan hampir 18 kali luas Pulau Bali. 

Dalam konteks lain, Jerome mengonversi 10 juta hektare itu menjadi bentuk jalan dengan lebar satu meter. Hasilnya, panjang jalan tersebut mencapai 100 juta kilometer. Ia kemudian mengaitkannya dengan jarak Bumi–Bulan yang hanya sekitar 384.400 kilometer. 

“Kalau mau bikin jalan dari Bumi ke Bulan, panjang deforestasi ini bisa menempuh 260 kali jarak itu (Bulan ke Bumi),” jelasnya. 

Jerome menegaskan bahwa angka 10 juta hektare bukan sekadar statistik. Itu adalah hutan Indonesia, ekosistem besar yang berfungsi melindungi manusia dari berbagai bencana alam. 

Kehilangan hutan seluas ini, ujarnya, merupakan alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah untuk memperbaiki pengelolaan lingkungan dan meminimalkan kerusakan yang terus berlangsung.

Deforestasi jadi Penyebab Populasi Hewan Endemik Merosot Drastis

Besarnya deforestasi yang dijelaskan Jerome bukan hanya ancaman bagi iklim dan manusia, tetapi juga membawa dampak langsung bagi berbagai satwa endemik Indonesia. Salah satunya adalah Gajah Sumatra, salah satu spesies kunci dalam ekosistem hutan tropis.

Menurut WWF, populasi gajah Sumatra kini diperkirakan hanya tersisa 2.400–2.800 ekor, dan telah berstatus Sangat Terancam Punah. 

Dalam satu generasi, jumlahnya merosot hingga setengah populasi, sebagian besar karena hilangnya habitat akibat pembukaan hutan besar-besaran.

Gajah Sumatra memegang peran penting sebagai “arsitek hutan,” mereka menyebarkan biji, menjaga regenerasi tumbuhan, dan membantu mempertahankan kesehatan ekosistem yang juga dihuni oleh badak Sumatra, harimau Sumatra, orangutan, hingga ratusan spesies burung dan reptil. Namun, peran penting ini terancam hilang karena ruang hidup mereka semakin menyempit.

Aktivitas Industri

WWF mencatat bahwa Sumatra memiliki laju deforestasi tertinggi di kawasan persebaran gajah Asia. Lebih dari dua pertiga hutan dataran rendah alami hilang dalam 25 tahun, sementara 70% habitat gajah lenyap hanya dalam satu generasi. Akibatnya, populasi gajah terpecah ke dalam kantong-kantong hutan kecil yang tidak mampu menopang kehidupan mereka secara jangka panjang.

Situasi paling mencolok terlihat di Provinsi Riau, tempat perluasan industri pulp, kertas, dan perkebunan sawit telah mengakibatkan penurunan populasi gajah hingga 80% dalam kurang dari 25 tahun. 

Banyak kawanan kini terisolasi, kesulitan mencari makan, dan lebih sering berkonflik dengan manusia karena habitat alaminya telah berubah menjadi area industri. (Instagram @jeromepolin, WWF, Media Indonesia/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya