Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kehidupan Keluarga Penyintas Kekerasan Seksual dalam Drakor The World of Love

Ardi Teristi Hardi
06/12/2025 20:36
Kehidupan Keluarga Penyintas Kekerasan Seksual dalam Drakor The World of Love
Salah satu scene di Drama Korea The World of Love(Dok: Semosi)

KEKERASAN seksual memberi trauma yang membekas sangat lama. Trauma itu tidak hanya diterima oleh penyintas, tetapi lingkungan di sekitarnya. Trauma tersebut seringkali dipendam dan tidak ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari.

Trauma itu yang coba dihadirkan dalam film The World of Love dengan cara berbeda lewat tokoh Jooin. Salah satunya ditampilkan saat Jooin trauma terhadap buah apel.

"Karena di daerah tersebut (tempat terjadi kekerasan seksual) banyak apel," kata produses The World of Love, Jenna Ku, usai pemutaran film tersebut di Jogja Asian Film Festival (JAFF), Jumat (5/12) malam.

Ia menceritakan, film itu diperankan oleh banyak anak muda. Sang sutradara Yoon Ga-eun mengambil sudut gambar dan mengarahkan para pemainnya agar berakting senatural mungkin. Adegan Jooin curhat kepada ibunya di mobil saat di dalam tempat pencucian mobil otomatis menjadi salah satu yang menarik. Di dalam mobil, ia berteriak dan meluapkan emosinya di tengah deru mesin otomatis pencuci mobil.

Film ini menampilkan kehidupan sehari-hari keluarga penyintas kekerasan seksual. Karakter utama film ini adalah Jooin, siswi SMA berusia 17 tahun yang misterius. Ia dikenal sebagai teman yang ceria, putri yang penuh percaya diri, pacar yang usil, dan sosok yang sulit ditebak. Namun, di balik senyum dan keceriaannya, Jooin diliputi rasa penasaran dan kebingungan tentang cinta, yang ada kaitan dengan kekerasan seksual yang pernah terjadi di lingkungannya.

Suatu hari, trauma itu membuncah sehingga ia melontarkan kata-kata dengan amarah hingga memicu keributan di sekolah. Tak lama kemudian, ia menerima sebuah catatan anonim yang mempertanyakan sikapnya, dan perlahan retakan muncul di dunianya yang dulu damai. 

“Jooin, siapa dirimu yang sebenarnya?” dalam surat itu.

The World of Love (2025) merupakan film yang menampilkan visi sinematik baru dan lebih luas. Film ini melakukan pemutaran perdana dunia di 50th Toronto International Film Festival, menjadi film Korea pertama yang berkompetisi dalam kategori Platform di festival tersebut.

Film ini disutradarai oleh Yoon Ga-eun, yang lahir pada 1982 di Seoul. YOON Ga-eun menempuh pendidikan sarjana di bidang Sejarah dan Studi Agama di Universitas Sogang sebelum meraih gelar Magister Seni Rupa (MFA) dalam bidang Film, Televisi, dan Multimedia dari Universitas Seni Nasional Korea. 

Film pendeknya, Guest (2011), mencatat sejarah sebagai film Asia pertama yang memenangkan Grand Prix di International Competition pada 34th Clermont-Ferrand International Short Film Festival. Film pendeknya yang lain, Sprout (2013), memenangkan Best Short Film (Crystal Bear) Award di kategori Generation pada 64th Berlin International Film Festival.

Dua film panjangnya sebelumnya adalah The World of Us (2016), The House of Us (2019). Ia telah memenangkan sejumlah penghargaan sutradara pendatang baru termasuk di Blue Dragon Film Awards, Korean Association of Film Critics Awards, dan Baeksang Arts Awards. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya