Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI perfilman nasional kembali bergairah dengan kehadiran film komedi terbaru, Agak Laen: Menyala Pantiku. Film garapan sutradara Muhadkly Acho ini berhasil menarik perhatian publik dan menjadi pembicaraan hangat sejak penayangan perdananya.
Film ini bukan merupakan sekuel, melainkan petualangan yang berdiri sendiri (stand-alone) dengan karakter yang sama, menghadirkan paduan elemen komedi, misteri, dan ketegangan.
Diproduksi oleh Imajinari Pictures bekerja sama dengan Ernest Prakasa, Agak Laen: Menyala Pantiku resmi tayang di bioskop nasional pada 27 November 2025. Daya tarik komedi absurd berbalut tema detektif ini terbukti kuat, dengan perolehan lebih dari 1 juta penonton hanya dalam tiga hari pertama penayangan.
Kisah berpusat pada empat detektif polisi, yaitu Bene, Boris, Jegel, dan Oki, yang menghadapi karier yang penuh masalah. Mereka menerima ultimatum dari atasan untuk menyelesaikan satu misi terakhir guna menghindari pemecatan. Misi tersebut adalah memburu buronan kasus pembunuhan anak seorang wali kota.
Petunjuk tipis mengarahkan penyelidikan mereka ke sebuah panti jompo misterius bernama Panti Asuhan Menyala. Untuk melancarkan operasi, keempat detektif ini menyusun strategi penyamaran total, Bene dan Jegel menyusup sebagai perawat, sementara Boris dan Oki menyamar sebagai penghuni senior panti.
Di tengah aksi penyusupan yang kacau, alur cerita juga menggali isu-isu personal yang dihadapi setiap tokoh, menjadikan mereka lebih relatable. Isu-isu tersebut meliputi upaya Boris untuk mengatasi patah hati, pencarian nafkah oleh Oki untuk anak barunya, kesulitan Bene dalam membiayai kuliah sang adik, dan kewajiban Jegel mengirimkan uang kepada ibunya di kampung halaman.
Interaksi dengan para penghuni lansia yang memiliki beragam karakter unik, mulai dari yang cerewet hingga misterius, mengubah penyamaran mereka menjadi serangkaian komedi salah paham.
Film berdurasi 105 menit ini memuncak pada sebuah plot twist yang mengejutkan, memadukan secara efektif elemen humor, teka-teki, dan sentuhan emosional yang menyentuh.
Kesuksesan Agak Laen: Menyala Pantiku didukung oleh sejumlah fakta menarik dan capaian prestasi, antara lain:
Pada hari pertama penayangan, film ini berhasil meraih 272.846 penonton. Angka ini dengan cepat menembus 1 juta dalam tiga hari, menempatkannya sebagai salah satu film komedi Indonesia terlaris tahun 2025 dan melampaui ekspektasi setelah kesuksesan film pertamanya yang mencapai 9 juta penonton.
Dalam beberapa hari pasca-rilis, film ini memperoleh skor 8,3/10 di IMDb. Para kritikus dan penonton menilai film ini mampu menyajikan komedi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memancing pemikiran.
Sutradara Acho sengaja merancang film ini dengan konsep cerita mandiri, serupa dengan gaya serial komedi klasik. Konsep ini memungkinkan penonton dapat menikmati film tanpa harus menonton film sebelumnya, dengan karakter yang sama namun plot yang sepenuhnya baru dan tidak terikat.
Salah satu pemeran utama, Boris Bokir, dilaporkan mengambil keputusan berani dengan menandatangani kontrak tanpa terlebih dahulu membaca sinopsis atau naskah lengkap, hanya menerima instruksi singkat dan langsung mengikuti latihan adegan.
Film ini diperkuat dengan kehadiran aktor pendukung seperti Ariyo Wahab dan Jarwo Kwat, serta penampilan kameo kejutan dari Bintang Emon dan Lolox. Agak Laen: Menyala Pantiku direkomendasikan bagi penggemar komedi cerdas yang juga menyentil isu-isu keluarga dan karier. (IMDb/Z-10)
Film Agak Laen: Menyala Pantiku mencatatkan rekor 10 juta penonton hanya dalam 35 hari, mengancam posisi KKN di Desa Penari sebagai film terlaris sepanjang masa.
Sejarah baru perfilman Tanah Air kembali tercipta. Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi menobatkan diri sebagai Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa pada Jumat (2/1).
Tayang sejak Kamis (27/11) di seluruh bioskop Indonesia, Agak Laen: Menyala Pantiku! meraih 272.846 penonton.
Film "Lupa Daratan" garapan Ernest Prakasa bersama Netflix dan Imajinari mengungkap sisi gelap dunia selebritas melalui kisah seorang aktor yang kehilangan kemampuan berakting.
"Memang scene itu yang paling lama digarapnya, gue masih inget banget itu digarap dari abis makan malam terus kita pulang sampe jam 3 pagi waktu itu."
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved