Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
VERONA Films resmi melakoni debut perdananya dengan merilis film Riba. Menunjuk Adhe Dharmastriya sebagai Sutradara, Riba adalah sebuah film horor yang tidak hanya menghadirkan cerita yang menyeramkan namun juga penuh pesan sosial mendalam tentang praktik Riba.
Film Riba diadaptasi dari dari dari kisah nyata yang ditulis dalam bentuk thread berjudul “Getih Anak” di akun @mitologue yang populer di media sosial X. Thread tersebut hingga berita ini dirilis sudah mencapai 3,9 juta pembaca dengan lebih dari 20 ribu likes.
"Kami ingin menghadirkan cerita horor yang menegangkan sekaligus menggugah hati penonton. Tidak disangka, reaksi penonton ternyata seperti yang kami harapkan. Jadi saya sangat bersyukur melihat para penonton bisa merasakan apa yang ingin kami sampaikan melalui film Riba ini,” kata Produser film Riba, Titin Suryani usai melakukan pres screening di Jakarta, pada Jumat (28/11).
Film itu mengambil kisah Seorang ayah muda Sugi (Ibrahim Risyad), yang semula hidupnya damai bersama istri tercinta Rohmah (Fanny Ghassani), dua anaknya Dimas (Kevin Danu) dan Bening (Emilat Morshedi), serta ibu mertuanya Lastri (Jajang C. Noer), kehidupannya hancur seketika saat ia terjerat hutang Riba dari seorang juragan bengis.
Di tengah keputusasaan akibat tekanan dan ancaman dari si juragan, Sugi terjebak dalam tawaran pesugihan “Getih Anak” dari sahabat lamanya Muji (Wafda Saifan) – ritual berdarah yang menjanjikan kekayaan namun dengan konsekuensi setiap tetes darah membawa kutukan nyata. Kegelapan mulai menyusup ke dalam rumah, teror demi teror yang sangat mengerikan menimpa seluruh keluarga.
Tidak semua yang tampaknya mudah membawa berkah, dan tidak semua yang sederhana bebas dari konsekuensi. Kini, Sugi harus menghadapi akibat dari kesalahan pilihannya.
Titin pun menyampaikan harapannya agar film Riba bisa diterima dan dinikmati seluruh masyarakat, dan juga bisa menghadirkan pengalaman menonton horor yang berbeda di hati para penikmat film Indonesia. Film Riba tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 4 Desember 2025. (H-2)
BEN Affleck, sutradara dan aktor papan atas, mengambil langkah bijak dengan tidak mendikte masa depan ketiga buah hatinya dari pernikahan dengan Jennifer Garner.
Menjelang akhir tahun 2025, berbagai film menarik dari dalam dan luar negeri siap menemani waktu liburan.
Imajinari
JACK Black menghidupkan kembali hutan hujan Amazon Brasil bersama makhluk paling buas yang menjadi mimpi buruk di dalam air, Anaconda.
Resmi merilis poster dan trailer, adapun film Bidadari Surga akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.
Film Esok Tanpa Ibu dibintangi oleh Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bimasena. Di film ini, Dian memerankan karakter ibu yang mengalami koma.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
Kostum Buto Ijo dibuat seluruh badan (full body) dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh sang aktor.
Film horor Sinners karya Ryan Coogler menorehkan sejarah dengan memenangkan Cinematic and Box Office Achievement di Golden Globe Awards ke-83.
Produser dan penulis naskah suka membuat film dari creature-creature atau demit-demit Indonesia yang belum pernah diadaptasi ke film, seperti tuyul, lampir, dan kini buto ijo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved