Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Randy Martin bakal membintangi film horor baru berjudul Dusun Mayit. Pria berusia 26 tahun itu mengungkap kalau itu jadi film yang penuh tantangan. Randy mengaku sempat mengalami cedera yang membuatnya menerima perawatan cukup serius dari fisioterapis saat proses syuting.
Randy bercerita cedera itu didapatnya karena adegan menggendong Nita (Ersya Aurelia), bukan hanya satu atau dua adegan, Randy mengungkap kalau adegan menggendong Nita dilakukan nyaris setengah film dan dilakukan di medan yang cukup berat.
"Adegan gendongnya itu bener-bener yang naik gunung, lari-lari, turun gunung, pokonya di kontur tanah yang tidak rata. Karena adegan itu aku sampai menerima perawatan fisioterapis kaya tusuk jarum, dipijet, di-stretch. Intinya itu aku ada cedera, di belikat itu ada peradangan dan di lower back itu over use," ucap Randy dalam kegiatan temu media.
Aktor asal Surabaya itu menyebut, karena cedera yang dialaminya, selama sepekan dirinya pun harus istirahat dari adegan berat terkhusus adegan menggendong. Beruntungnya cedera tersebut tidak membuatnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
"Akhirnya kami jeda syuting kayak hampir seminggu untuk nggak ambil adegan gendong dulu. Awalnya aku pikir cederanya akan serius sampai ke rumah sakit, tapi bersyukurnya tidak sampai parah," ujar Randy.
Berbicara soal karakter yang dimainkan Randy dalam film Dusun Mayit, dia berperan sebagai Raka seorang pria yang sebatang kara dan merupakan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).
"Raka adalah anak Mapala, dia memang sebatang kara dan nyari uangnya itu dengan cara ngasih tutorial teknis untuk naik gunung. Dia tinggal sendiri di Pantai Asuhan dan nggak pernah ada yang mengadopsi, dan sebagainya. Sampai akhirnya dia melakukan hacking bersama temannya tapi ternyata mereka terjebak di sebuah dusun," jelas Randy.
Berperan sebagai seorang yang memiliki kehidupan dekat dengan Gunung, Randy mengatakan bahwa itu sangat jauh dari kepribadian aslinya.
Melakukan syuting di Gunung Welirang, Jawa Timur, Randy menyebut itu jadi kali pertamanya naik gunung, pengalaman baru yang sangat berkesan baginya.
"Bisa dibilang ini jauh berbeda sama Randy yang mana aku tidak dekat dengan Gunung, bahkan ini pertama kalinya aku naik gunung (dalam proses syuting). Dan untuk lebih meyakinkan karakter Raka ini aku sampai ada latihan teknis di lapangan dengan pelatih profesional, kayak bagaimana bikin simpul tali dan lain sebagainya," sebutnya.
Pertama kali merasakan pengalaman naik gunung, Randy mengaku ada banyak pelajaran yang dia petik selama proses syuting. Pelajaran itu yang akan dijadikannya bekal bila dikemudian hari akan melakukan kegiatan hacking.
"Sekarang aku tuh jadi ngerti kayaknya memang naik gunung tuh nggak buat semua orang,k arena menurutku cukup menguras mental dan fisik juga. Jadi pulang dari ini (syuting) kayak aku dapat bawa bekal. Setelah film ini aku kayak bekal buat diriku sendiri terkait memang kalau mau naik gunung, secara mental dan fisik itu benar-benar harus disiapin," tukas Randy.
Film Dusun Mayit mengisahkan empat mahasiswa Raka, Nita, Yuni (Amanda Manopo) dan Aryo (Fahad Haydra) yang mendaki Gunung Welirang untuk mengisi liburan. Namun, petualangan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika Nita menemukan sesajen di sana dan terjatuh ke sebuah telaga.
Setelah kejadian itu, Nita berubah, menjadi seperti bukan dirinya sendiri, menyeringai seram, dan mengucapkan kata-kata berbahasa Jawa, “Siji, loro, telu... Sing podo teko, lali dalan mulih."
Khawatir pada keadaan Nita, mereka memutuskan untuk turun dari gunung, tetapi jalan pulang tidak ketemu.
Mereka tersesat, jalan seperti berputar di tempat yang sama, hingga mereka bertemu pasar gaib, sosok seram, pagelaran wayang yang janggal, dan ilalang tak berujung yang menjebak mereka.
Dengan bantuan Mbah Surop, seorang kakek misterius, mereka tahu kalau mereka sedang berada di Dusun Mayit, sebuah desa gaib yang menuntut tumbal dan Nita telah ditandai sebagai tumbal. (Z-1)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved