Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI Indonesia Clara Riva kembali menghadirkan single berjudul Iya Iya Iya, yang membawa sentuhan groovy nan menyenangkan sebagai caranya melepaskan penat dalam kehidupan.
Tidak seperti karya sebelumnya Sulit Lupakanmu serta Alasan Klasik yang bernada sendu dan penuh galau, kali ini, Clara menghadirkan lagu yang lebih santai dan mengingatkan pendengarnya untuk bisa tertawa sejenak di tengah penatnya rutinitas yang padat.
"Lagu ini tuh tentang manusia yang kepalanya kosong karena banyaknya kerjaan dan tuntutan. Belum lagi ditambah ceramah lucu dari atasan. Jadi ya semua di-iyaiyaiyain aja," ungkap Clara mengenai makna lagunya, dikutip Sabtu (25/10).
Lagu ini sebenarnya lahir dari keresahan yang mungkin ditemui banyak orang yaitu saat kelelahan menghadapi pekerjaan namun tuntutan hidup terus berjalan.
Dengan racikan nada yang girang di Iya Iya Iya, Clara seolah mengajak pendengarnya agar saat menjalani kehidupan tidak perlu terlalu serius dan bisa menertawakan hal-hal kecil yang sering membuat tertekan.
Walau proses penulisan lagu ini bermula dari kebingungan, kata Iya Iya Iya, yang spontan ternyata bisa diramunya menjadi lagu yang paling menyenangkan di diskografi Clara selama menyelami karier sebagai musisi.
Lewat aransemen yang bertentangan dengan lagu-lagu sebelumnya, Clara dan sang produser yang sering berkolaborasi dengannya berhasil menghadirkan energi musik yang playful namun tetap terasa khas dirinya.
"Aku banyak terlibat di lagu ini karena sudah biasa kerja bareng produsernya. Jadi lumayan bisa mengeluarkan isi kepala ke dalam
musiknya," ujarnya.
Clara berharap lagu ini bisa menyemangati siapa pun yang sedang lelah dengan rutinitas.
"Semoga energinya bisa kembali terisi setelah denger lagu ini," tutup Clara.
Single terbaru Clara Riva, Iya Iya Iya, sudah tersedia dan dapat dinikmati di seluruh digital streaming platform di Indonesia. (Ant/Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved