Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menandai kembalinya ke dunia musik awal tahun ini, penyanyi-penulis lagu asal Taiwan-Amerika, Luke Chiang kembali dengan single terbaru berjudul What Can I Do?.
Lagu bergenre pop-soul bernuansa retro ini menampilkan dua suara Filipino-Amerika, Jesse Barrera dan Albert Posis.
Single ini menjadi rilisan kedua menuju album perdana Luke Chiang, yang dijadwalkan rilis pada awal 2026.
Mengandalkan groove bernuansa nostalgia dan harmonisasi vokal yang hangat, What Can I Do? menjadi bukti perkembangan Chiang sebagai vokalis dan penulis lagu.
Lewat liriknya, Chiang mengulik rasa ketegangan dalam hubungan secara halus, ketika semuanya terasa sedikit janggal, tapi kita tetap memilih untuk bertahan karena cinta itu, meski tidak sempurna, masih terasa benar.
"Ini tentang berjuang memahami sumber ketegangan yang nggak terucap dalam hubungan, tapi tetap menerima semuanya apa adanya, karena kalian masih jadi hal baik bersama," ungkap Chiang.
Chiang menulis lagu ini bersama Jesse Barrera dan Albert Posis, dua musisi yang sudah lama dikenal di skena musik Asia-Amerika. Prosesnya pun terjadi secara spontan.
"Kami baru saja menyelesaikan lagu folk yang vibe-nya benar-benar beda. Begitu Jesse dan Albert mulai memainkan chord progression dan drum-nya, aku langsung tahu lagu ini bakal jadi sesuatu yang baru buatku. Upbeat, catchy, dan soulful," ungkap Chiang mengenai kolaborasi tersebut.
What Can I Do? mengikuti kesuksesan single Chiang sebelumnya, Terrible4u, yang langsung menarik perhatian di berbagai playlist unggulan dan memperkenalkan musik Chiang ke lebih banyak pendengar di Asia Tenggara dan sekitarnya.
Setelah rehat vokal selama dua tahun, Chiang kini tengah menikmati momen reintroduksinya dan para pendengar pun kembali menyambutnya dengan antusias.
Lewat lagu-lagu seperti May I Ask, Paragraphs, dan Shouldn't Be, Chiang sudah lebih dulu dikenal lewat warna musiknya yang menggabungkan R&B, soul, dan pop kontemporer.
Kini, ia memiliki lebih dari 2,5 juta pendengar bulanan di Spotify, dan baru-baru ini masuk dalam daftar 100 artis progressive R&B teratas dunia menurut data Chartmetric, meski pendengarnya tersebar secara global, sebagian besar datang dari Asia Tenggara dengan Indonesia (#2), Filipina (#3), Malaysia (#4), Thailand (#6), Taiwan (#8), dan Singapura (#10) di jajaran teratas.
Dengan What Can I Do?, Chiang membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya, memperluas warna sound tanpa meninggalkan sentuhan soul dan kejujuran yang membuat banyak orang jatuh cinta padanya. Sebuah kolaborasi yang terasa hangat, jujur, dan menyoroti semakin kuatnya suara musisi Asian-Amerika di panggung global. (Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved