Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menandai kembalinya ke dunia musik awal tahun ini, penyanyi-penulis lagu asal Taiwan-Amerika, Luke Chiang kembali dengan single terbaru berjudul What Can I Do?.
Lagu bergenre pop-soul bernuansa retro ini menampilkan dua suara Filipino-Amerika, Jesse Barrera dan Albert Posis.
Single ini menjadi rilisan kedua menuju album perdana Luke Chiang, yang dijadwalkan rilis pada awal 2026.
Mengandalkan groove bernuansa nostalgia dan harmonisasi vokal yang hangat, What Can I Do? menjadi bukti perkembangan Chiang sebagai vokalis dan penulis lagu.
Lewat liriknya, Chiang mengulik rasa ketegangan dalam hubungan secara halus, ketika semuanya terasa sedikit janggal, tapi kita tetap memilih untuk bertahan karena cinta itu, meski tidak sempurna, masih terasa benar.
"Ini tentang berjuang memahami sumber ketegangan yang nggak terucap dalam hubungan, tapi tetap menerima semuanya apa adanya, karena kalian masih jadi hal baik bersama," ungkap Chiang.
Chiang menulis lagu ini bersama Jesse Barrera dan Albert Posis, dua musisi yang sudah lama dikenal di skena musik Asia-Amerika. Prosesnya pun terjadi secara spontan.
"Kami baru saja menyelesaikan lagu folk yang vibe-nya benar-benar beda. Begitu Jesse dan Albert mulai memainkan chord progression dan drum-nya, aku langsung tahu lagu ini bakal jadi sesuatu yang baru buatku. Upbeat, catchy, dan soulful," ungkap Chiang mengenai kolaborasi tersebut.
What Can I Do? mengikuti kesuksesan single Chiang sebelumnya, Terrible4u, yang langsung menarik perhatian di berbagai playlist unggulan dan memperkenalkan musik Chiang ke lebih banyak pendengar di Asia Tenggara dan sekitarnya.
Setelah rehat vokal selama dua tahun, Chiang kini tengah menikmati momen reintroduksinya dan para pendengar pun kembali menyambutnya dengan antusias.
Lewat lagu-lagu seperti May I Ask, Paragraphs, dan Shouldn't Be, Chiang sudah lebih dulu dikenal lewat warna musiknya yang menggabungkan R&B, soul, dan pop kontemporer.
Kini, ia memiliki lebih dari 2,5 juta pendengar bulanan di Spotify, dan baru-baru ini masuk dalam daftar 100 artis progressive R&B teratas dunia menurut data Chartmetric, meski pendengarnya tersebar secara global, sebagian besar datang dari Asia Tenggara dengan Indonesia (#2), Filipina (#3), Malaysia (#4), Thailand (#6), Taiwan (#8), dan Singapura (#10) di jajaran teratas.
Dengan What Can I Do?, Chiang membuka lembaran baru dalam perjalanan musiknya, memperluas warna sound tanpa meninggalkan sentuhan soul dan kejujuran yang membuat banyak orang jatuh cinta padanya. Sebuah kolaborasi yang terasa hangat, jujur, dan menyoroti semakin kuatnya suara musisi Asian-Amerika di panggung global. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved