Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik Barasuara mengaku merasakan momen viral ketika lagu mereka berjudul Pancarona dan Terbuang Dalam Waktu hadir di film Sore: Istri dari Masa Depan garapan sutradara Yandy Laurens.
"Kami kan band yang sudah 13 tahun gitu ya terus pertama kali merasakan jadi viral," kata vokalis yang juga pemain keyboard Barasuara, Puti Chitara, dikutip Rabu (15/10).
Puti mengatakan bersyukur lantaran merasakan perubahan momen viral tersebut bisa merambah mendapat pendengar baru dari berbagai kalangan mengenal Barasuara.
"Kalau perubahan sebenernya yang kami syukur itu pendengar baru, melalui lagu yang ada di film Sore, Terbuang Dalam Waktu dan Pancarona itu mendapat pendengar baru sebenernya hal yang sangat signifikan dirasakan," tutur Puti.
"Banyak orang-orang yang sebelumnya tidak expect kita seperti orangtua atau ibu-ibu, bapak-bapak anak kecil, bener-bener range umur berbagai karakter pendengar sampe ke sana," tambah dia.
Berkat momen viral itu, band yang digawangi Iga Massardi (vokal, gitar), Marco Steffiano (drums), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Puti Chitara dan Asteriska (vokal), itu juga mendapat sejumlah tawaran untuk terlibat dalam proyek film.
"Sebenernya langsung ada tawaran sih, cuman kita juga belum ada yang cocok, kita juga enggak ini sih kalau misalnya tiba-tiba ada banyak ya
kita belum tentu nolak juga, tapi kita tetep liat filmnya nyambung enggak kira-kira ngobrol dengan director nyambung enggak, tapi kalau
tawaran sih langsung ada," ujar pemain bas Barasuara, Gerald Situmorang.
Gerald mengaku Barasuara selektif dalam memilih proyek, namun mereka tetap terbuka pada berbagai kesempatan selama cocok dengan konsep dan ide yang ditawarkan.
"Selama emang kami rasa cocok, mau director baru mau director lama, kalau kita melihat scriptnya menarik, konsep ide dari dia menarik kenapa enggak kan mau itu lagu baru atau lama," tutur Gerald.
"Kalau tiba-tiba film yang apa nih pocong meledak di mana gitu kan bingung juga enggak nyambung. Mesti cari konteks yang pas juga jangan
sampai nanti terkesannya jadi kayak malah tempelan doang," timpal vokalis Iga Massardi.
Film Sore: Istri Dari Masa Depan sebelumnya usai tayang perdana di Indonesia sejak 10 Juli 2025 dan sampai harinya ke-31 di bioskop
pada 10 Agustus mencapai 2.913.771 penonton.
Film itu juga terpilih untuk mewakili perfilman Indonesia di ajang Piala Oscar (Academy Awards) ke-98 2026.
Kini, Barasuara juga tengah bersiap menggelar tur musik album showcase Jalaran Sadrah di lima kota Indonesia, yang akan digelar mulai dari 5 Desember 2025 di GOR Bikasoga, Bandung, dan 7 Desember 2025 di Earth Space Cirebon.
Tur Barasuara tersebut nantinya akan berlanjut pada 12 Desember 2025 di Nice Time Purwokerto, 14 Desember 2025 di SMI Hall Semarang dan 20 Desember 2025 di Bali United, Jakarta. Pembelian tiket tur tersebut bisa dibeli di Loket.com mulai Rabu (22/10). (Ant/Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved