Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND FILM.mempertegas kehadiran mereka dalam kancah musik Indonesia lewat single baru berjudul Diana?, yang resmi dirilis pada 29 Agustus 2025.
FILM. merupakan grup musik baru yang mengusung pop-rock alternatif dan terdiri dari Pandu Priyanto (vokal), Johanes Abi (gitar), Anandya Kurniawan (bass), dan Dimas Poncodiwiryo (drum). Lagu ini menjadi rilisan ketiga mereka sepanjang 2025.
Menurut pengakuan Cung, panggilan akrab Pandu Priyanto, sang vokalis, proses songwriting Diana? bisa dibilang relatif lebih cepat dan effortless dibandingkan dua single FILM. sebelumnya, saat mereka masih dalam fase mencari karakter suara masing-masing.
“Waktu menulis Diana?, kami sudah punya visi yang sama soal lagu-lagu seperti apa yang ingin kami tulis. Nada vokalnya pun muncul secara natural di kepala gue waktu lagi nyetir motor. Dari pengalaman gue sih, lagu-lagu yang nadanya muncul di saat-saat random biasanya terdengar lebih catchy dibandingkan lagu yang dibuat secara sadar. But, we'll see," jelas Cung.
Johanes Abi, sang gitaris, yang juga menjadi andalan Band FILM. untuk proses mixing & mastering, turut bercerita bahwa mereka masih dalam proses penggarapan album perdananya yang direncanakan rilis pada pertengahan 2026.
Namun, karakter musik di lagu Diana?, menurut Abi, adalah salah satu yang paling seru dan paling berwarna sejauh ini.
“Lagu ini cukup kompleks, tapi tetep straight to the point. Sebenernya tantangan paling besar di lagu ini tuh lebih ke bagaimana cara gue bisa menyampaikan perasaan dan energi dari lagunya dengan seutuhnya karena dari lagunya sendiri udah ngasih energi yang menurut gue liar tapi masih tetap elegan dan bisa ngasih journey dari cerita itu sendiri," jelas Abi.
Single Diana? dari FILM. adalah energi baru yang eksplosif. Ditampilkan dengan tempo cepat serta melodi vokal yang anthemic dan mudah diingat. Permainan bass yang lincah dan dinamis berpadu erat dengan ritme drum yang solid, membentuk fondasi ritmis yang kuat.
Gitar yang terasa maskulin pun ditemani oleh sentuhan synth yang playful, sehingga memberi warna tersendiri pada keseluruhan komposisi.
Menariknya, di tengah intensitas lagu, terdapat bagian interlude yang cukup emosional, dengan strings mengalun dengan dramatis namun tetap terasa hangat.
Dengan perpaduan aransemen modern dan nuansa musik era awal 2000-an, Diana? menyuguhkan pengalaman musikal yang energetik, menyentuh dan sangat mudah dinikmati.
Tipikal lagu yang membuat penonton gampang terbawa untuk ikut bernyanyi sambil melompat menikmati pertunjukan.
Dimas, sang penabuh drum yang ternyata berperan penting sebagai arranger turut berbagi mengenai proses produksi Diana?.
“Lagu ini menurut gue salah satu lagu yang emang dari awal demo udah enak. Dari pertama Cung mainin chorusnya, gue udah kebayang banget lagunya mau kayak apa. Rasanya nada vokal yang heartfelt dikombinasikan dengan synth yang playful gitu bakal cocok. Setelah strukturnya selesai, gue penasaran kalo kita tambah instrumen yang bisa bikin lebih megah dengan menambah strings dan ternyata hasilnya fulfilling banget. Apa yang gua pengen rasain di lagu ini, tertuang dengan baik di komposisi lagunya sendiri," papar Dimas.
Selain itu, Wawan, panggilan akrab sang bassist yang menjadi penulis lirik utama band FILM. juga turut bercerita tentang lagu ini.
Menurutnya, Diana? adalah sebuah lagu tentang bayangan akan kekasih di masa depan. Suatu imajinasi yang menyiratkan kesiapan sekaligus pengharapan seseorang akan kehadiran cinta sejatinya.
“Meskipun secara personal gue sudah tidak dalam fase tersebut, tapi masih terekam jelas di memori gw bagaimana rasanya membayangkan dan menantikan kehadiran the one. Meskipun belum tau namanya, bahkan mungkin belum pernah bertemu dengan sosoknya, namun terkadang terasa begitu dekat, walau mungkin sebenarnya jauh," terang Wawan.
Diana? dirilis pada 29 Agustus 2025 di berbagai layanan musik digital. Dengan single terbarunya, FILM. siap melantangkan eksistensinya dalam industri musik Indonesia. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved