Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH kesuksesan single Running Home yang dirilis Agustus lalu, penyanyi, penulis lagu, dan multiinstrumentalis Kanada Jade LeMac merilis single bernuansa ballad baru berjudul Sleeping with the Lights On.
Lagu ini menjadi lagu ketiga dari EP terbarunya It's Always at Night yang siap dirilis pada 7 November 2025 lewat Warner Music Canada / East West Records.
Sebuah lagu yang penuh dengan emosi serba jujur yang lembut, Sleeping with the Lights On adalah momen saat LeMac meruntuhkan semua temboknya.
"How the hell are you so fine, while I'm out here losing my mind?" ucapnya di lagu ini seraya ia bercerita tentang apa yang ia rasakan pascaberakhirnya sebuah hubungan.
LeMac telah menampilkan lagu ini di gelaran turnya dan di sesi Audiotree di mana ia juga membawakan Constellations dan Running Home, dan ia juga diwawancara di sesi tersebut.
"Sleeping with the Lights On adalah salah satu lagu terfavoritku. Lagu ini adalah lagu patah hati yang benar-benar jujur. Proses penulisan lagu ini juga menjadi momen saat aku menemukan sound-ku saat aku menulis lagu menggunakan gitar," ujar LeMac
Cara bercerita LeMac membuat dirinya bersinar sejak awal karirnya. EP It's Always at Night menjadi penanda baru dari talenta bermusiknya.
Gitar menjadi instrumen yang menjadi dasar pembuatan lagu-lagu di EP barunya yang dibantu oleh rekan produksi musiknya JVP yang telah berkolaborasi dengan Simple Plan dan Mother Mother.
Hasilnya adalah karya-karya terbaru Jade yang memiliki nuansa pop lebih besar. Salah satu momen menarik di EP ini adalah paduan suara yang diisi oleh keluarga dan teman-teman LeMac. Kehadiran mereka menjadi refleksi dari rasa kemanusiaan Jade karena ia membawa orang-orang tercintanya dalam perjalanan bermusiknya.
EP It's Always at Night berpusat pada misi Jade untuk menyelami tema-tema tentang jatuh cinta dan menemukan jati diri, ia membuka diri kepada para pendengarnya.
Ia juga menemukan kekuatan dalam dirinya terlepas dari segala kerentanannya. Tentang EP ini, Jade menjelaskan: "It's Always at Night adalah kisah tentang seseorang yang jatuh cinta. Ada lagu-lagu yang mewakilkan beragam emosi seperti patah hati, hasrat, cinta, dan nafsu. Setiap lagu memiliki kisahnya sendiri dari pengalamanku jatuh cinta pada seseorang."
Dari awal tahun ini, LeMac telah mencapai tonggak penting dengan penampilannya di Osheaga Music and Arts Festival dan Lollapalooza 2025 — bahkan bergabung dengan Role Model di atas panggung pada after party Lollapalooza-nya.
Kini, penyanyi serta penulis lagu yang tengah naik daun ini sedang bersiap untuk bergabung dengan artis peraih penghargaan Grammy, Maren Morris, sebagai pembuka turnya yang akan datang — mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pendatang baru paling menjanjikan saat ini.
Di usianya yang masih 21 tahun, ia telah menerima pujian dari banyak publikasi ternama termasuk LA Weekly, OnesToWatch, Rolling Stone, Wonderland Magazine, GLAAD, dan masih banyak lagi.
Hal ini membuktikan pengaruhnya dalam industri musik yang kian berkembang. Dengan lebih dari 450 juta total stream secara global, serta lebih dari 1,6 juta pengikut di TikTok, jangkauan Jade terus berkembang di seluruh dunia. Basis audiens TikTok yang mayoritas berasal dari Asia Tenggara juga mengukuhkan masa depan yang baik di bagian dunia ini, dengan Filipina di peringkat #1, diikuti oleh Thailand (#3), Indonesia (#6), dan Vietnam (#8). Jade secara perlahan telah membangun basis penggemar yang setia dan kian berkembang melalui kejujuran jati dirinya — mendefinisikan ulang rupa dan suara bintang pop modern. (Z-1)
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved