Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM drama keluarga berjudul Jangan Panggil Mama Kafir akan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2025. Film ini merupakan karya sutradara Dyan Sunu Prastowo dari rumah produksi Maxima Pictures dan Rocket Studio Entertainment.
Cerita berpusat pada sosok Maria (Michelle Ziudith), seorang perempuan Nasrani yang menikah dengan pria Muslim bernama Fafat (Giorgino Abraham).
Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri kecil bernama Laila (Humaira). Sejak lahir, Laila telah dijanjikan untuk memeluk agama Muslim sesuai permintaan sang ayah.
Namun takdir berkata lain. kehidupan Maria berubah drastis setelah Fafat meninggal dunia, meninggalkan dirinya sebagai seorang ibu tunggal yang harus berjuang keras membesarkan anaknya seorang diri.
Konflik semakin memanas ketika Umi Habibah (Elma Theana), ibu dari Fafat, menggugat hak asuh atas Laila.
Menurut Dyan Sunu Prastowo, Jangan Panggil Mama Kafir lahir dari kenyataan yang dekat dengan masyarakat kita.
“Film ini lahir dari kisah nyata perjuangan seorang ibu lintas iman memperjuangkan hak asuh anaknya; sebuah perjalanan emosional yang hangat namun penuh tantangan, mengingatkan kita bahwa cinta tak pernah mengenal batas perbedaan, ruang, dan waktu meski pada akhirnya akan lebih utuh bila dijalani dalam satu keyakinan,” ungkapnya dalam keterangan pers, dikutip Kamis (18/9).
Selain Michelle, Giorgino, Humaira, dan Elma, film ini juga menampilkan akting Kaneishia Yusuf, Indra Birowo, Tj Ruth, Dira Sugandi, Ence Bagus, Emmie Lemu, Gilbert Patiruhu, Pratiwi Dwiarti, hingga Runny Rudiyanti.
Kehadiran aktor lintas generasi ini menambah kekuatan cerita yang sarat akan konflik batin, nilai-nilai keluarga, dan ikatan mosional yang mendalam.
Berperan sebagai sosok ibu, Michelle Ziudith mengaku bahwa itu adalah tantangan yang selalu tidak mudah, meskipun ini bukan kali pertama aktris berusia 30 tahun itu memerankan sosok ibu. Ia mengaku banyak belajar dari karakter yang diperankannya.
"Aku baru sadar kalau menjadi seorang ibu itu artinya adalah kita harus selesai dulu sama dunia kita. Karena separuh hidupnya kita tuh bukan cuman kita kasih untuk melahirkan seorang anak, tapi juga separuh hidupnya lagi untuk membesarkan, lalu juga membimbing, lalu juga kita berikan semuanya untuk anak," ucap Michelle
Disinggung soal bagaimana upayanya dalam melakukan pendalaman karakter Maria, aktris yang memulai karier dari dunia sinetron itu menyebut kalau prosesnya berjalan dengan mudah.
Michelle mengatakan bahwa karakter yang dia perankan ada di dunia nyata dan selama proses pendalaman karakter dia beberapakali ngobrol langsung dengan orang tersebut
"Kisahnya berasal dari kisah nyata, produsernya sendiri sudah langsung cerita kalau ini based on true story. Orangnya masih ada juga dan ada di lingkungan kita juga. Udah sempat chit-chat dan cerita juga. Jadinya ini menjadi pengalaman yang menarik," tuturnya.
Jangan Panggil Mama Kafir sekaligus menjadi bagian dari perayaan Ulang Tahun ke-21 Maxima Pictures di industri perfilman Indonesia. Film ini pun diharapkan dapat memberikan karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga membuka ruang empati serta refleksi bagi masyarakat dalam memandang perbedaan iman dan kehidupan keluarga. (Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
STUDIO animasi asal Malaysia, Monsta Studios kembali dengan film animasi layar lebar terbaru mereka, Papa Zola The Movie. Film ini telah lebih dulu tayang di jaringan bioskop Malaysia.
Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) tayang 5 Februari 2026. Amanda Manopo dan Fajar Sadboy beradu akting dalam drama komedi berlatar fenomena pinjaman online.
FILM horor terbaru Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan akan tayang di bioskop mulai 15 Januari.
Menjelang akhir tahun 2025, berbagai film menarik dari dalam dan luar negeri siap menemani waktu liburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved