Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH merilis karya-karya sebelumnya yang menyentuh hati, Segara kembali hadir dengan single terbarunya yang sarat makna berjudul Izinkan Hatimu Bicara, yang resmi dirilis pada 10 September 2025.
Lagu ini menjadi ajakan untuk kembali mendengar suara hati di tengah kebisingan dunia dan kelelahan hidup.
Izinkan Hatimu Bicara bercerita tentang keberanian untuk berhenti sejenak, jujur pada diri sendiri, dan merangkul kembali mimpi-mimpi yang pernah ditinggalkan.
Terinspirasi dari perasaan kalut dan lelah yang kerap dirasakan banyak orang, lagu ini hadir lewat musik yang menenangkan, memberi ruang bagi hati untuk berbicara, dan mengingatkan bahwa hati selalu tahu arah untuk pulang.
Lewat lagu ini, Segara ingin mengingatkan bahwa, "Suara yang paling keras adalah yang tak terucap."
Di balik keheningan, tersimpan kekuatan yang mampu menuntun kita pulang pada diri sendiri. Pesan ini menjadi napas dari Izinkan Hatimu Bicara, mengajak pendengar meresapi keheningan, menemukan ketenangan, dan memeluk kembali keberanian di tengah hiruk pikuk dunia.
Dengan balutan aransemen musik yang hangat, Izinkan Hatimu Bicara menciptakan atmosfer reflektif yang mengundang pendengar untuk meresapi setiap nada. Lagu ini memperkuat ciri khas Segara dalam menyampaikan emosi dengan tulus, serta menjadi teman perjalanan bagi siapa saja yang tengah mencari ketenangan.
Izinkan Hatimu Bicara sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital mulai 10 September 2025, dan Video Lyric bisa ditonton di channel Segara Musica Official yang akan membawa interpretasi visual dari perjalanan hati untuk menemukan kedamaian, menjadi pengingat bahwa di balik segala hiruk-pikuk dunia, ada suara hati yang selalu menuntun kita pulang. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved