Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BERANGKAT dari rasa muak melihat teror primitif kembali digunakan untuk membungkam kebebasan pers di Indonesia, Irsyad Agni mengumumkan perilisan single terbarunya yang provokatif, Palababi.
Lagu beserta video musiknya diluncurkan serentak pada hari ini, Rabu (3/9) di semua platform musik digital dan kanal YouTube resmi Irsyad Agni.
Lagu ini lahir sebagai respons langsung terhadap insiden teror yang menimpa media Tempo, ketika kepala babi dan bangkai binatang digunakan sebagai alat intimidasi. Bagi Irsyad, kejadian tersebut bukan sekadar berita, melainkan sebuah sinyal bahaya.
"Saya merasa seperti dipaksa mengingat bahwa metode primitif ini masih dianggap efektif untuk membungkam media," ungkap Irsyad.
"Kejadian yang menimpa Tempo jadi pemicu awal. Ini adalah sinyal bahwa intimidasi terhadap kebebasan pers masih hidup dan sehat di negeri ini," lanjutnya.
Rasa tidak nyaman dan amarah itu ia tuangkan ke dalam komposisi musik yang sengaja dibuat mengganggu.
Lirik pembuka yang frontal, "kepala babi," langsung menohok pendengar, diiringi dengan riff gitar yang ia deskripsikan, "Seperti alarm yang tidak berhenti berbunyi, memaksa mereka semua untuk menghadapi rasa tidak nyaman yang sama seperti yang saya rasakan."
Kritik dalam Palababi tidak ditujukan pada satu institusi spesifik, melainkan menyasar siapa pun yang seharusnya berperan sebagai pelayan masyarakat namun abai pada tanggung jawabnya. Kekecewaan Irsyad memuncak saat mendengar respons remeh dari pejabat publik terkait teror tersebut.
"Bentuk 'pelayanan' itu sekarang makin kabur. Publik malah disuguhi respons seperti 'ya dimasak aja' dari jubir istana," jelasnya.
"Bagi saya, itu bukan hanya komentar yang dangkal, itu pelecehan terhadap akal sehat dan empati publik. Seolah-olah teror seperti ini hanyalah lelucon," tambahnya.
Serupa dengan single kritis sebelumnya, Raja Jawa, lagu Palababi juga lahir dari energi kemarahan yang perlu disalurkan.
Uniknya, lagu ini digarap di bulan puasa, sebuah momen yang ironisnya justru menjadi waktu yang paling tepat bagi Irsyad untuk melepaskan segala amarah yang telah lama terpendam.
"Lagu ini saya tulis dengan niat untuk marah, untuk melawan apatisme yang terus dipelihara," tegasnya. "Musiknya kencang, nadanya tajam, dan setiap barisnya diarahkan untuk menusuk rasa malu yang seharusnya dimiliki oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan tapi lupa siapa yang mereka layani."
Palababi adalah sebuah pernyataan sikap yang keras dan tanpa kompromi dari Irsyad Agni, sebuah alarm bising yang menolak membiarkan apatisme dan ketidakadilan menjadi hal yang lumrah.
Palabab tersedia di seluruh platform digital mulai 3 September 2025, bersamaan dengan perilisan video lirik di kanal YouTube Irsyad Agni. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved