Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Farel Prayoga dipercaya membawakan lagu Cinta Untuk Mama, yang merupakan lagu tema orisinal film Air Mata di Ujung Sajadah 2, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 Oktober 2025.
Lewat lagu Cinta Untuk Mama, Farel mengenang momen kembali bertemu ibunya.
"Lagu Cinta Untuk Mama adalah lagu sederhana yang Farel persembahkan atau hadiahkan untuk ibu yang telah melahirkan Farel, surganya Farel yang sempat terpisahkan 15 tahun," kata Farel, dikutip Senin (1/9).
Menurut Farel, pertemuan kembali dengan sang ibu yang terjadi di Jakarta selepas Farel pulang sekolah mulanya canggung lalu selebihnya penuh cinta.
Farel mengatakan ia akan mempersembahkan lagu barunya untuk seluruh ibu hebat yang ada di seluruh dunia.
Farel juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada produser film, Ronny Irawan, yang telah memberinya kesempatan untuk menyampaikan isi hati melalui lirik lagu tersebut.
"Sungguh ternyata rencana Allah jauh lebih indah. Terima kasih pada Pak Ronny Irawan atas kesempatan untuk Farel mewakili isi hati Farel
untuk menyampaikan lewat lirik lagu ini," ujar Farel.
Perjalanan hidup Farel yang lekat dengan kisah Baskara dan Aqilla, karakter anak dan ibu kandung yang hadir dalam film Air Mata di Ujung Sajadah 2, menginspirasi pembuatan lagu Cinta Untuk Mama.
Dengan suara khasnya, Farel menghadirkan emosi tulus yang sejalan dengan pesan film: cinta seorang ibu yang tak pernah pudar.
Cinta untuk Mama yang disenandungkan Farel Prayoga kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik.
Lagu itu akan menjadi suara yang mengiringi perjalanan penuh doa di film drama keluarga Air Mata di Ujung Sajadah 2, yang diarahkan oleh sutradara Key Mangunsong.
Deretan pemeran yang membintangi film drama itu di antaranya Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, Jenny Rachman, dan Mbok Tun. (Ant/Z-1)
Cinta Tapi Terluka dari The Chasmala menggambarkan konflik batin dua insan yang masih saling mencintai, namun terjebak dalam lingkaran luka dan kekecewaan.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Sutradara Fajar Martha Santosa ingin memastikan penonton Film Sebelum Dijemput Nenek dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal.
Kampiun merupakan salah satu nomor unggulan dari album debut Rimba yang bertajuk Technicolor Meeting. Album tersebut sebelumnya telah dilepas ke pasaran pada 14 November 2025.
Mengusung genre Dark Pop, Suatu Hari Kamu Akan Mengerti yang dibawakan Ardi, etna Rasti dirancang untuk memberikan nuansa emosional yang kelam, intim, sekaligus penuh ketegangan.
Lagu Tidurlah, Nak dari Bonita dan Adoi menjadi salah satu soundtrack (OST) film Bara dan Hutan Rahasia produksi High Angle Picture.
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Dengan energi yang kuat dan kedalaman emosinya, Hoko menandai babak baru yang kuat dalam evolusi artistik Tomonari Sora.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved