Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH perjalanan panjang dalam karier bermusiknya, Geisha kembali memperkuat posisinya sebagai band yang selalu relevan dengan rilis terbaru mereka, Jika Bukan Karenamu.
Lagu ini menjadi sebuah selebrasi akan hadirnya seseorang yang bukan hanya mencintai, tapi juga menyelamatkan, menghidupkan kembali jiwa yang sempat rapuh dan nyaris menyerah.
Dibawakan oleh Regina (vokal), Dhan (gitar), Roby (gitar) dan Nard (bass), Geisha mempersembahkan karya ini sebagai refleksi atas banyak kisah yang terpendam. Tentang mereka yang merasa hancur karena hidup, tetapi bangkit karena cinta.
Dalam Jika Bukan Karenamu, Geisha merangkum perasaan seorang yang sudah berada di ujung jurang, dengan harapan yang nyaris padam.
Lirik seperti: "Dan, nyaris mati aku / Usai patah mimpiku / Hidup dan cinta" menjadi gambaran paling jujur tentang titik nadir yang dialami seseorang.
Namun, kehadiran sosok "penyelamat" mengubah segalanya. la hadir tidak hanya dengan cinta, tapi juga harapan untuk menyambung kembali semangat yang nyaris hilang.
Bagian reff berikut, "Jika bukan karenamu / Nyawaku mungkin tlah pergi / Kau selamatkan hidupku / Dari peliknya duniawi". menjadi inti pesan dari lagu ini
Musikalitas Geisha dalam lagu ini menunjukkan kedewasaan yang semakin kuat. Aransemen yang mengalun pelan di awal membentuk suasana melankolis.
Suara Regina membawa nuansa baru yang lebih lembut namun kuat, menyuarakan penderitaan dan syukur dalam satu kesatuan. "Jika Bukan Karenamu" juga bisa diartikan sebagai refleksi internal, bagaimana Geisha sempat mengalami pasang surut, namun menemukan semangat baru lewat kolaborasi kreatif antarpersonelnya.
Lagu ini bukan hanya untuk para pecinta lagu galau. Ini adalah lagu untuk mereka yang pernah merasa tidak punya jalan keluar, tidak punya siapa-siapa dan kemudian menemukan satu sosok, satu alasan, satu tangan yang menarik mereka kembali ke kehidupan.
Jika Bukan Karenamu adalah bentuk penghormatan bagi para penyelamat kehidupan kita. Bisa pasangan, sahabat, keluarga, atau siapa pun yang hadir di saat paling rapuh dan tetap memilih untuk tinggal.
Jika Bukan Karenamu dari Geisha resmi dirilis di Youtube dan seluruh platform streaming digital pada 23 Juli 2025. (Z-1)
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Direkam dalam rentang waktu 2023 hingga 2025, album More Time milik Elephant Kind lahir dari perpaduan energi antara hiruk-pikuk Jakarta dan kesunyian introspektif London.
PIKOTARO berhasil mengemas proses belajar ke kamar mandi menjadi sebuah perayaan musik yang penuh warna.
Brilyan Pratama mengungkapkan bahwa lagu dari WUSS ini merupakan akumulasi dari perasaan campur aduk yang dialami para personel WUSS dalam tiga tahun terakhir.
Ide pembuatan remix ini bermula saat Winky Wiryawan menyiapkan set khusus untuk penampilannya di festival PestaPora.
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
PIKOTARO berhasil mengemas proses belajar ke kamar mandi menjadi sebuah perayaan musik yang penuh warna.
Brilyan Pratama mengungkapkan bahwa lagu dari WUSS ini merupakan akumulasi dari perasaan campur aduk yang dialami para personel WUSS dalam tiga tahun terakhir.
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Lakuna, band yang aktif sejak 2021, menyuguhkan perpaduan musik pop alternatif dan folk dengan balutan distorsi halus serta melodi yang emosional.
Baik Saja merupakan single ketiga yang dipersiapkan Tsabita Ailsha untuk melengkapi album perdananya yang dijadwalkan rilis penuh pada Juli 2026 mendatang
Dirilis pada 20 Maret 2026, single Bulan Bintang, Garis Menyilang mengangkat tema cinta kasih yang tumbuh di tengah perbedaan keyakinan serta keberanian untuk tetap bertahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved