Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu Jewel Xu merilis single terbaru berjudul Rumah Apa Adanya bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli.
Lagu bergenre pop tersebut menyuarakan sisi emosional seorang anak yang mendambakan penerimaan dan cinta tanpa syarat dari keluarganya
"Saya menulis lagu ini dengan hati yang terbuka. Lagu ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang banyak anak yang pernah merasa tidak cukup
dicintai dalam keluarganya sendiri," ujar Jewel dalam siaran pers, Rabu (23/7).
Karya ini ditulis sebagai bentuk refleksi atas pengalaman pribadi Jewel yang kemudian disadari mewakili perasaan banyak anak lain yang pernah merasa tidak sepenuhnya dipeluk oleh 'rumahnya' sendiri.
Jewel menyampaikan bahwa lagu ini lahir dari ruang terdalam dalam dirinya dan merupakan suara untuk mereka yang tumbuh dengan luka dalam diam.
"Saya sengaja merilisnya di Hari Anak Nasional, karena lagu ini berbicara tentang kebutuhan paling dasar seorang anak: dilihat, didengar, dan dicintai apa adanya," ucapnya.
Proses produksi Rumah Apa Adanya dimulai pada awal 2025 dan melibatkan dua produser yakni Danny I. Candra dan Stanly Bachtian.
Seluruh proses rekaman dilakukan secara langsung di Reverend & Co. Studios, tanpa penggunaan MIDI maupun manipulasi digital sebagai upaya
menjaga ketulusan ekspresi dalam lagu.
Aransemen string dalam lagu ini digarap oleh Stanly Bachtian dan dimainkan secara langsung oleh empat musisi, yakni Rolanda Sasongko dan Gilang Sangsaka pada violin, Ricarlo Bernadus pada viola, serta Krido Bramantyo pada cello.
Masing-masing musisi memainkan perannya dengan pendekatan emosional untuk menghidupkan suasana yang menyatu dengan lirik lagu.
"Kami semua terhubung dalam ruang studio melalui cerita ini. Bahkan banyak dari kami yang meneteskan air mata saat rekaman berlangsung," kata Jewel.
Secara musikal, lagu ini mengusung genre pop akustik dengan dominasi piano, vokal, dan string.
Liriknya menyampaikan keresahan seorang anak yang mendambakan tempat aman dalam keluarga, sekaligus menyisipkan harapan hadirnya rumah yang menerima sepenuhnya.
Beberapa bagian lirik yang menjadi sorotan dalam lagu ini di antaranya berbunyi, 'Bagai anak kecil menanti kehangatan, rumah yang melihatku apa adanya' serta 'Jika nanti ku merapuh, tak mampu penuhi yang kau mau, masihkah ku berharga di matamu?'
Lagu Rumah Apa Adanya telah tersedia di seluruh platform digital mulai 23 Juli 2025, dan diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi mereka yang masih mencari makna rumah, serta menjadi pengingat bagi setiap orangtua bahwa cinta yang tulus adalah kebutuhan utama seorang anak. (Ant/Z-1)
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved