Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda merasa dunia seolah menjatuhkanmu, namun ada suara kecil di dalam diri yang berkata, "Kamu pantas untuk bahagia"?
Lewat single terbarunya, Pantas Bahagia, Dewanda Pratama mengajak semua jiwa yang lelah untuk berhenti sejenak, memeluk diri sendiri, dan percaya bahwa perjuangan ini tidak sia-sia.
Dirilis pada 16 Mei 2025, lagu ini menjadi pengingat lembut bahwa dalam lelah pun, kita tetap berhak untuk bermimpi dan berbahagia.
"Tak ada yang mau seperti ini, jatuh menangis lalu bangkit lagi," begitu salah satu penggalan lirik dari Pantas Bahagia yang menyentuh hati.
Dengan balutan musik pop ballad yang syahdu dan aransemen emosional, Dewanda menyampaikan kekuatan di balik luka, menghadirkan semangat bahwa badai pasti berlalu.
"Saya ingin semua orang yang mendengar lagu ini merasa dimengerti," kata Dewanda. "Bahwa walau dunia kadang gelap, kita semua pantas untuk mendapatkan kebahagiaan kita sendiri."
Pantas Bahagia tersedia di semua platform digital mulai 16 Mei 2025 dan Official Lyric Video pada 23 Mei 2025.
Lagu ini tidak hanya menawarkan musik yang indah, tetapi juga sebuah pelukan hangat untuk semua pendengarnya. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved