Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM persiapan menggelar tur konser bertajuk D'Masiv Japan Pop Journey, grup musik D'Masiv telah mempersiapkan berbagai hal, salah satunya belajar bahasa Jepang guna menyapa para penggemar.
Grup yang beranggotakan Rian Ekky Pradipta (vokalis), Dwiki Aditya Marsall (gitar), Nurul Damar Ramadan (gitar), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass) dan Wahyu Piadji (drum) itu akan menggelar konser di tiga kota besar Jepang yaitu Osaka, Nagoya, dan Tokyo pada 18,19, dan 20 April 2025.
"Belajar bahasa Jepang sedikit lah, nyapa orang Jepang itu gimana gitu," kata Rian saat konferensi pers, di Ciledug Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (8/4).
Rian mengatakan tur konser itu tidak hanya disambut masyarakat Indonesia yang tinggal di kota tersebut, namun juga orang Jepang juga akan menonton mereka.
"Jadi yang nonton D'Masiv tidak hanya orang-orang Indonesia saja, tapi juga ada teman-teman yang memang asli orang Jepang, yang bahkan
udah membeli tiket juga untuk nonton D'Masiv nanti di sana," ujar Rian.
Rian mengungkapkan tur Jepang ini sebagai rangkaian yang sudah direncanakan untuk mewujudkan proyek D'Masiv Goes to Global.
Setelah sebelumnya D'Masiv tampil di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) lewat acara musik internasional MUSEXPO 2025 pada Maret dan juga di Jerman, serta mendatang di Jepang.
Rian mengungkapkan pengalaman D'Masiv manggung di Jerman, tempat meskipun hanya sedikit penonton asal Indonesia, namun penonton lokal mengapresiasi musik mereka. D'Masiv menyadari pentingnya tampil dengan kualitas terbaik.
"Kalau di luar negeri ya, kayak kita pernah manggung di Jerman, yang nonton orang Indonesia datang cuma lima orang, sisanya ratusan yang
lain orang Jerman asli. Ternyata ketika mendengarkan lagu D'Masiv mereka appreciate," kata Rian.
"Apalagi orang Jepang, itu dia engga melihat bahasanya apa, dinikmatin musiknya bagus, enak pasti mereka akan menikmati. Jadi tinggal
kita harus siap sebagai band aja, mainnya harus bagus, soundnya harus bagus, karena orang Jepang tuh suka banget sama kualitas," pungkas Rian. (Ant/Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
King Nassar mengungkapkan bahwa dirinya menargetkan penurunan berat badan sebanyak 10 kilogram demi mendukung aksi panggungnya yang dikenal sangat energik.
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Konser ini bagian rangkaian Gems World Tour 2026 yang menyambangi 21 kota dunia sebelum ditutup di Amsterdam, Belanda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved