Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DIPAA, solois asal Kota Semarang, baru saja melepas single debutnya yang diberi judul Larut.
Dirilis secara digital pada 14 Februari 2025 yang bertepatan dengan Hari Kasih Sayang Sedunia, Larut justru menceritakan keterpurukan yang dialami Dipaaa.
“Lagu ini aku ciptakan buat orang yang terlalu aku sayangi dan pikirin sampai lupa dengan kesehatan mental aku sendiri. Rasa sayang itu malah dibalas dengan kepedihan hingga aku terjerumus di ambang kebimbangan. Nggak ada tempat berkeluh kesah mendorong aku makin larut dalam perasaan sedih dan aku berakhir mencari ketenangan ke psikolog,” ungkap musisi bernama lengkap Dipa Reynardi Putra ini.
Irama pop groovy dengan sentuhan psikedelik menjadi daya tarik utama dari Larut yang dilengkapi dengan lirik yang sederhana dan to-the-point.
Keputusasaan Dipaaa bisa dirasakan lewat lirik “Harus berapa banyak psikolog yang ‘kan kutemui….” yang ada di bagian pre-chorus.
Lagu ini ditulis pada Agustus 2024 dan melalui proses rekaman hingga mixing dan mastering dalam waktu 2-3 bulan lamanya.
Dipaaa melakukan semua prosesnya penulisan hingga rekamannya sendiri. Meskipun begitu, ia mengaku tidak menemui kendala yang berarti karena melakukan pendekatan dalam berkarya secara jujur.
Musisi yang mengidolakan John Lennon, John Bonham, Kevin Parker, hingga Pamungkas ini membocorkan rencananya untuk merilis sebuah EP di tahun 2026. Ia telah mempersiapkan 2-3 single lagi yang akan dirilis sebelum EP debutnya lahir ke dunia.
Larut menjadi awal langkap Dipaaa terjun ke industri musik Indonesia dan lewat lagu perdananya, ia ingin bercerita tentang pengalaman manis dan getir hidupnya, hingga naik turunnya kisah percintaan serta masih banyak lagi.
Pada kesempatan ini, sang solois juga berharap para pendengar yang tengah mengalami situasi larut dalam kesedihan karena orang yang dicintai, dapat mencari pertolongan yang tepat.
“Kalau isi kepalamu full, please cerita. Pasti ada yang mau mendengarkan dan jangan berpikir kamu sendirian. Kesehatan mental kalian juga penting dan jadi pura-pura kuat itu memperburuk keadaan,” tutur Dipaaa.
Larut bisa dinikmati di berbagai kanal dengar digital seperti Spotify, Apple Music, Youtube Music, dan masih banyak lagi. (Z-1)
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved