Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEAJAIBAN dan kekuatan naratif musik Hans Zimmer, produser dan komposer ternama dunia, akan memukau penonton di seluruh dunia melalui pengalaman sinematik, Hans Zimmer & Friends: Diamond in the Desert.
Acara global istimewa ini menghadirkan rekaman konser menakjubkan dari beberapa komposisi Zimmer yang paling dihormati, termasuk musik dari film Dune, Gladiator, Interstellar, The Lion King, dan banyak lagi.
Puluhan tahun mahakarya sinematik dihidupkan kembali oleh band Zimmer dan orkestra kelas dunia di beberapa lokasi ikonik di Dubai, seperti Coca-Cola Arena yang megah, kubah Al Wasl Plaza di Expo City Dubai, hingga lanskap menakjubkan lainnya.
Dari padang pasir Arab hingga puncak Jumeirah Burj Al Arab, konser ini menyajikan pengalaman mendalam dan unik dari soundtrack film Zimmer yang paling dicintai.
Sebagai proyek hiburan spesial pertamanya, produksi film ini juga menandai kolaborasi resmi pertama Zimmer dengan sebuah destinasi, yaitu Dubai.
Terinspirasi dari perjalanannya menjelajahi Dubai, Zimmer menciptakan komposisi musik berjudul Diamond in the Desert khusus untuk kota tersebut—sebuah pencapaian baru dalam kariernya yang bertabur penghargaan.
Disutradarai oleh Paul Dugdale, pemenang Emmy dan nomine multi-Grammy, serta diproduseri secara eksekutif oleh Jerry Bruckheimer, film ini menyajikan sudut pandang yang langka ke dalam proses kreatif Zimmer.
Dengan menampilkan perbincangan eksklusif bersama nama-nama besar seperti Billie Eilish, Sir Christopher Nolan, Denis Villeneuve, Finneas, Jerry Bruckheimer, Johnny Marr, Pharrell Williams, Tanya Lapointe, Timothée Chalamet, dan Zendaya, film ini menggali lebih dalam dorongan Zimmer dalam berkarya serta kisah di balik kolaborasi terdekatnya.
Hans Zimmer & Friends: Diamond in the Desert akan tayang terbatas di bioskop-bioskop pilihan di Amerika, Eropa, Asia, dan Uni Emirat Arab, mulai 19 Maret. Sementara itu, bioskop di Australasia serta beberapa negara di Timur Tengah akan menayangkan film ini pada tanggal yang akan diumumkan kemudian.
Tiket akan mulai dijual pada Rabu, 5 Februari pukul 19.00 WIB di hanszimmerfilm.com, bersamaan dengan informasi lengkap mengenai jadwal pemutaran global.
Hans Zimmer menyampaikan, "Tur Hans Zimmer Live menjadi salah satu pengalaman paling mengesankan dalam karier saya, dan saya sangat antusias membawa pengalaman ini ke layar bioskop di seluruh dunia melalui Diamond in the Desert. Melihat komposisi ini bertransformasi dari film ke panggung konser, lalu kembali lagi ke layar lebar, adalah momen penuh makna. Saya berharap para penonton menikmati pengalaman di balik layar ini sebagaimana kami menikmati proses pembuatannya."
Sutradara Paul Dugdale menambahkan, "Berkolaborasi erat dengan Hans Zimmer dalam film ini adalah suatu kehormatan dan pengalaman yang luar biasa. Kami mendapat kesempatan unik untuk menggabungkan visual dengan musik dan pertunjukan emosional yang begitu kaya. Skala dan kedalaman film ini mencerminkan semangat Hans yang tak pernah padam dalam mengeksplorasi ide-ide baru, serta komitmennya untuk menghadirkan komposisi terbaiknya dengan cara yang spektakuler. Kepercayaan yang ia berikan kepada kami sangatlah besar, dan saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim kreatif luar biasa dalam proyek yang inovatif ini."
CEO Trafalgar Releasing, Marc Allenby, menyatakan, "Kami bangga dapat menayangkan konser Hans Zimmer yang ambisius ini di bioskop seluruh dunia. Pertunjukan langsung yang tak terlupakan dari skor film ikoniknya, serta obrolan dengan nama-nama besar di dunia hiburan, pasti akan relevan dengan penonton di seluruh dunia. Layar lebar adalah panggung yang sempurna untuk tontonan luar biasa ini."
Issam Kazim, CEO Dubai Corporation untuk Tourism and Commerce Marketing (Visit Dubai), turut berkomentar, "Hans Zimmer telah membangun hubungan erat dengan Dubai selama beberapa tahun terakhir, memukau audiens melalui serangkaian konser tak terlupakan serta mengambil inspirasi dari lanskap, budaya, dan warisan kota ini. Seperti halnya Dubai yang memikat berbagai lapisan masyarakat dari berbagai budaya dan latar belakang, keputusan Hans Zimmer untuk memilih Dubai sebagai latar belakang film dokumenter pertamanya adalah bukti daya tarik kota ini. Dengan musiknya yang tak terpisahkan dari dunia perfilman, kini penonton di seluruh dunia dapat menyaksikan penampilan luar biasa ini di layar lebar, dengan Dubai sebagai panggung yang sempurna untuk menangkap esensi seorang seniman luar biasa, orkestra berbakatnya, dan suara unik yang ia ciptakan di kota ini." (Z-1)
Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi tantangan di Indonesia. Data menunjukkan hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop.
Kehadiran cuplikan film The Devil Wears Prada 2 di YouTube pada Senin (2/2) langsung memicu antusiasme global, meraup hingga 4,2 juta penayangan hanya dalam waktu 13 jam pertama.
FILM Sunda Emperor merilis cuplikan perdana dan mengumumkan jajaran pemain, menghadirkan kisah yang dekat dengan budaya Sunda, itu adalah karya perdana rumah produksi Sapawave Films
Secara naratif, film Return to Silent Hill akan berpusat pada tokoh bernama James. Hidup James seolah berhenti berputar sejak ia kehilangan cinta sejatinya, Mary.
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved