Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Menjaga Marwah Karya: Etika Cakra Khan dalam Membawakan Ulang Lagu Musisi Maestro

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 17:45
Menjaga Marwah Karya: Etika Cakra Khan dalam Membawakan Ulang Lagu Musisi Maestro
Cakra Khan(ANTARA/Sri Dewi Larasati)

DI tengah tren membawakan ulang (remake) lagu-lagu lama, penyanyi Cakra Khan menekankan pentingnya menjaga integritas sebuah karya. 

Bagi pelantun lagu Kekasih Bayangan ini, membawakan lagu milik musisi yang telah meninggal dunia bukan sekadar urusan olah vokal, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk menjaga esensi dan pesan asli dari sang pencipta.

Cakra menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja. Ia mengingatkan rekan sesama musisi agar tidak terjebak dalam kreativitas yang justru mencederai jiwa lagu tersebut.

“Kalau kita mau membawakan lagunya ini tujuan lagu yang seperti ini ya seperti ini. Jadi kalau musiknya itu segala macam, mungkin kembali lagi bagaimana musisi yang akan membawakan lagu itu, cuman jangan sampai merusak esensi dari sebuah lagu,” ujar Cakra Khan, dikutip Selasa (10/2).

Menghindari Kesan Candaan

Menurut penyanyi asal Pangandaran ini, kegagalan dalam menangkap esensi sebuah lagu dapat berdampak fatal pada nilai karya tersebut. 

Ia menyayangkan jika sebuah remake dilakukan tanpa pertimbangan matang sehingga hasilnya terkesan seperti bahan candaan. Padahal, bagi Cakra, membawakan ulang sebuah lagu seharusnya menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada sang musisi orisinal.

Karya musik, lanjutnya, adalah warisan yang memiliki nilai seni dan sejarah. Menghargai visi penciptanya adalah langkah utama sebelum seorang penyanyi memutuskan untuk masuk ke bilik rekaman untuk membawakan lagu tersebut.

Tanggung Jawab Perizinan dan Hak Ahli Waris

Selain aspek estetika dan rasa, Cakra Khan juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aspek legalitas. 

Ia menegaskan bahwa menghargai musisi yang telah tiada mencakup pemenuhan hak-hak yang ditinggalkan, baik untuk keluarga maupun label yang menaungi.

Proses perizinan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem musik dan kesejahteraan ahli waris sang musisi.

“Salah satu cara kita menghargai karya seorang musisi yang mungkin sudah tidak ada, tapi tetap haknya kan tetap harus ada untuk keluarganya untuk labelnya,” tuturnya menutup pembicaraan.

Melalui pandangan ini, Cakra Khan mengajak para pelaku industri musik untuk lebih bijak. Baginya, sebuah lagu abadi bukan hanya karena melodinya yang indah, tetapi karena cara generasi penerusnya menghargai jiwa dan hak yang menyertai karya tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya