Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
FALCON Pictures kembali memperluas semesta horor Indonesia lewat film terbaru berjudul Shutter. Film ini bukan sekadar kisah seram yang menegangkan, tapi juga menghadirkan pesan sosial yang relevan dan menyentuh realitas masa kini.
Disutradarai oleh Herwin Novianto, Shutter merupakan remake dari film legendaris Thailand karya Banjong Pisanthanakun, yang dikenal sebagai salah satu film horor Asia terbaik sepanjang masa. Versi Indonesia ini menggabungkan teror psikologis, unsur supranatural, dan isu sosial, menjadikannya lebih dari sekadar film horor tetapi juga medium refleksi tentang keadilan dan trauma.
"Di permukaannya ini adalah film horor mencekam. Tapi di balik itu, Shutter menyimpan pesan tentang keadilan dan keberanian untuk bersuara. Kami ingin penonton bukan hanya takut, tapi juga tersentuh dan berpikir," kata Produser Falcon Pictures, Frederica, dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (25/10).
Kisah Shutter berpusat pada Darwin, seorang fotografer muda yang hidupnya berubah setelah kecelakaan tragis bersama kekasihnya Pia. Malam itu, di jalan yang sepi, mereka menabrak seorang wanita misterius, peristiwa yang kemudian menjadi awal dari mimpi buruk tanpa akhir. Tak lama setelah kejadian itu, Darwin mulai melihat bayangan ganjil di setiap hasil fotonya. Sosok perempuan yang sama terus muncul, menatap dari balik kegelapan. Seiring waktu, Pia menemukan fakta bahwa sosok tersebut bukan sekadar roh penasaran, melainkan korban dari sebuah kejahatan masa lalu yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan kampus.
Penelusuran Pia membuka rahasia kelam yang selama ini disembunyikan Darwin, kisah tentang pelecehan seksual di kampus, ketidaksetaraan gender, dan lemahnya mekanisme pelaporan yang membuat banyak korban bungkam. Teror yang mereka alami bukan hanya datang dari dunia gaib, tapi juga dari rasa bersalah dan ketidakadilan yang belum ditegakkan.
"Saya ingin membuat horor yang punya jiwa. Rasa takut dalam Shutter bukan hanya datang dari hantu, tapi dari kenyataan pahit yang sering diabaikan. Bayangan dalam film ini adalah metafora bagi trauma dan kebenaran yang ditekan," ujar Sutradara Herwin Novianto.
Shutter tidak hanya menghadirkan kengerian visual dan emosional, tapi juga membawa pesan penting agar kampus menjadi tempat yang aman bagi seluruh civitas akademika. Melalui kampanye #SafespaceForAll, film ini ingin mengingatkan publik bahwa pelecehan seksual bukan sekadar isu personal, tetapi masalah sistemik yang perlu dihadapi bersama.
Film yang dibintangi oleh Vino G Bastian, Anya Geraldine, Niken Anjani, Rangga Nattra, Dewi Gita, Michelle Tahalea, Angie Ang, dan Nugie ini, akan menebar terror keseluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 30 Oktober 2025. (M-2)
Film ini biasanya menampilkan unsur menyeramkan seperti makhluk gaib, misteri, suasana gelap, atau kejadian menegangkan.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Tujuan utama film horor bukan hanya menakut-nakuti, tetapi juga membangun emosi, adrenalin, dan rasa penasaran penonton. Beberapa film horor juga menyelipkan pesan moral, budaya
PERSPEKTIF berbeda dari kisah tentang makhluk Mistis Kuyang dihadirkan dalam film drama-horor terbaru berjudul ‘Kuyank’. Film Kuyank dijadwalkan tayang pada 29 Januari.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Reality show pemenang Emmy 2025, The Traitors, akan diadaptasi di Indonesia oleh Falcon Pictures dan tayang di KlikFilm, menampilkan permainan psikologis pengkhianatan dan kepercayaan.
"Salah satu impian saya dari kecil juga yaa. Impian lah main di Comic 8 karena saya nonton yang film sebelumnya dan bisa terlibat di sini seru,"
"Harapannya pastinya film ini nanti bisa ditonton banyak orang dan juga bisa meneruskan legacy Comic 8 yang sudah kami bangun dari 2010,"
FALCON Pictures kembali menghadirkan kejutan di dunia perfilman Indonesia setelah sukses merilis 4 film dari franchise Dilan yakni Ariel Noah
SETELAH 11 tahun lalu (2014) sukses menghadirkan Film Comic 8, Falcon Pictures kini bersiap menghidupkan kembali semesta itu lewat film terbaru Comic 8 : Tumbal Sulam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved