Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Raline Shah menyatakan siap mengemban amanah sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. “Saya yakin saya bisa menjalankan dengan baik. Jadi saya ambil dengan besar hati dan juga jam kerja saya juga sudah ditentukan dengan jelas. Makanya saya bisa mengambil jabatan ini dan menerimanya dengan positif,” ucap dia di Jakarta, Senin (13/1).
Raline mengatakan dirinya mendapat tugas untuk membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan swasta dan pemerintahan di luar negeri. “Yang pasti sudah ada beberapa program ke luar negeri untuk membicarakan kemitraan dengan perusahaan swasta di luar negeri dan juga beberapa pemerintahan seperti Singapura dan India,” ujarnya.
Ia mengatakan program-program yang diembannya akan berfokus pada sektor telekomunikasi dan digital. Terkait penunjukan dirinya sebagai Staf Khusus Menkomdigi Meutya Hafid, Raline mengaku dirinya tidak pernah memiliki ambisi atau rencana untuk bergabung ke dalam institusi pemerintahan.
Namun, kepercayaan yang diberikan oleh Menteri Meutya membuatnya yakin untuk menerima tanggung jawab tersebut. Raline merasa dirinya memiliki kapabilitas dan komitmen untuk berkontribusi dalam menjalankan perannya sebagai staf khusus menteri yang membidangi kemitraan global dan edukasi digital.
“Saya mempunyai kapabilitas di sini dan juga ingin berkontribusi dan memberikan yang terbaik di dalam my role, yaitu kemitraan global, relasi internasional, dan pendidikan untuk masyarakat, supaya anak-anak dan ibu-ibu bisa menggunakan internet dan digital devices dengan bijak,” ucapnya.
Raline menilai pengalaman dirinya yang sering berinteraksi di lingkup internasional menjadi salah satu alasan Meutya menunjuk dirinya sebagai staf khusus. Kemampuannya membangun koneksi global, bernegosiasi, dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi modal penting untuk mendukung tugasnya di kementerian. “Makanya dia merasa bahwa dia bisa memberi saya amanah untuk menjadi staf khusus di bidang ini,” kata dia.
Raline menegaskan kesiapannya untuk memprioritaskan tanggung jawab baru ini dan memastikan bahwa peran dan jam kerjanya sudah diatur secara spesifik agar tugas yang diemban dapat dijalankan secara optimal. Raline juga memastikan bahwa kariernya di dunia seni tetap berjalan meskipun akan ada penyesuaian. “Tapi yang pasti semua kerjaan saya sebagai pegiat seni, sebagai model, influencer akan terus berjalan. Tapi mungkin kapasitasnya beda,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Meutya menunjuk Raline Shah menjadi Staf Khusus Menteri bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital. Meutya menjelaskan bahwa penunjukan Raline Shah bukan semata-mata karena latar belakangnya sebagai selebriti, melainkan karena perannya sebagai pekerja seni yang dinilai dapat membawa perspektif baru dalam memperkaya ide-ide kebijakan kementerian. Dia menilai bahwa perspektif dari berbagai latar belakang, termasuk seni, sangat penting untuk menciptakan kebijakan yang inklusif. Selain itu, kata dia, penunjukan Raline Shah juga mencerminkan keberpihakan terhadap penguatan peran perempuan di tingkat staf khusus kementerian. (Ant/M-1)
Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah mengalami penipuan daring.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) KIPP Tahun 2025.
Pemerintah memperkuat upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap paling awal, yakni proses pencarian kerja di ruang digital.
Meutya Hafid mengatakan pemulihan layanan komunikasi menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kebutuhan warga dan koordinasi penanganan bencana tetap berjalan.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan pupuk
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia harus berlandaskan nilai dan etika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved