Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Bollywood Tabu menyatakan perempuan semakin mengambil peran utama dalam produksi film dan TV global. Tabu tampil dalam episode terbaru Dune: Prophecy yang baru-baru ini dirilis.
Awalnya berjudul Dune: Sisterhood, Tabu menyebut perempuan, termasuk sutradara Anna Foerster, memainkan peran penting dalam acara ini baik di depan maupun di belakang layar.
“Dikelilingi oleh, merasa berdaya, dan merasa kamilah yang mengendalikan jalannya acara... sangat menyenangkan melihat hal itu terjadi,” ujarnya kepada BBC Asian Network News.
Ini adalah tren yang menurut Tabu, nama besar dalam perfilman Hindi, tidak hanya terbatas pada proyek internasional tetapi juga sesuatu yang ia perhatikan di industri film asalnya.
“Ada perubahan besar di seluruh dunia di mana perempuan menjadi pusat perhatian di banyak tempat.”
Tabu menunjuk pada perannya dalam film Hindi yang sukses secara komersial, Crew, dengan pemeran utama perempuan yang terdiri dari dirinya, Kareena Kapoor Khan, dan Kriti Sanon.
“Itu adalah bagian dari perubahan besar dan juga karena perempuan yang bekerja dengan saya telah mencapai begitu banyak hal di bidang mereka,” ujar Tabu, 53.
“Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang kemampuan mereka, kontrol atas keahlian mereka. Mereka juga memiliki cara untuk berinteraksi dengan orang lain karena menurut saya segalanya tentang bagaimana kita mengelola orang."
“Itu datang dengan pengalaman, kematangan, dan kerja keras bertahun-tahun dalam karier mereka masing-masing. Jadi, itu terasa nyaman, aman, dan saya merasa dimengerti.”
Dune: Prophecy digambarkan para kritikus sebagai “fiksi ilmiah yang berbeda dan didominasi perempuan di setiap tingkat,” dengan para penggemar di India sangat senang melihat penampilan Tabu dalam acara ini.
Dia mengatakan jadwal yang cocok memungkinkannya untuk memerankan karakter Sister Francesca, dan kesempatan untuk bekerja di lingkungan yang berbeda dengan pemeran internasional sangat menarik.
“Saya selalu menyukai pengalaman ini, karena saya tidak hidup di dunia itu.”
Ia menyebutkan keterlibatan orang-orang dari Serbia, Spanyol, Inggris, Ukraina, dan Jerman, yang membantunya memahami berbagai orang dan budaya.
“Itu sangat menarik, menambahkan keseruan dan drama di layar, tentu saja, tetapi juga di luar layar,” ujarnya.
“Saya dapat berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia.”
Karier Tabu di industri ini membentang beberapa dekade, dengan kredit akting termasuk produksi Barat lainnya seperti Life of Pi dan A Suitable Boy.
Namun, meski telah meraih banyak pencapaian, sang aktris mengaku tidak ingin melihat ke belakang.
“Karena saya merasa seperti akan tersendat jika melakukannya.
“[Kadang saya merasa] saya masih baru dan masih banyak belajar.
“Satu hal yang membuat saya merasa sangat bersyukur dan terharu adalah saya mendapatkan begitu banyak cinta dan rasa hormat dari orang-orang atau dari penonton saya.”
Dia menambahkan bahwa motivasinya tetap berasal dari jenis peran yang ia mainkan, seperti Francesca.
“Peran itu harus dapat saya alami dengan cara yang benar-benar baru.
“Dan saya harus bisa mempersembahkan karakter ini dengan cara yang benar-benar baru bagi penonton.”
Menurut Tabu, ia melihat perannya sebagai kesempatan untuk lebih mengenal dirinya sendiri.
“Karena akting adalah pengalaman langsung, Anda beruntung tidak memiliki kemewahan untuk hanya berada di satu tempat.
“Anda masih harus menempatkan diri di depan kamera, mengeksplorasi, dan mengekspresikan diri setiap hari saat syuting.
“Itulah satu-satunya alat yang dimiliki seorang aktor. Saya memandangnya dengan cara yang sangat pribadi.” (BBC/Z-3)
Perjuangan untuk Palestina tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, edukasi, dan penyadaran masyarakat.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved