Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ZOE Levana mendapatkan pengalaman berbeda ketika membintangi film Puang Bos. Zoe yang berasal dari Jawa Timur dituntut bisa berdialog menggunakan akses Makassar.
"Aku harus banyak belajar tentang bahasa dan budaya Makassar. Selain itu ini bukan hanya menceritakan kisah romantis hubungan antar dua orang saja tapi juga mengangkat sejarah tentang bagaimana sebuah kapal pinisi dibuat oleh orang Makassar," kata Zoe.
Agar tampil maksimal, Zoe belajar bahasa dan dialek Makassar. Diakui aktris dan selebgram itu, dirinya tentu sempat mengalami kesulitan ketika mempelajari bahasa baru itu. Namun, dia yakin telah melewati tantangan yang ada.
"Aku kan kurang tahu neh budaya Makassar karena orang Jawa kan. Jadi aku harus belajar bahasa dan budaya Sulawesi dan ini pengalaman yang menarik dan berbeda dari syuting yang lain. Karena dalam film ini aku kan berperan jadi orang Makassar asli, jadi harus belajar bahasa dan dialeknya juga termasuk juga harus belajar menyukai kulinernya," kata Zoe.
"Tantangan yang paling berat adalah masalah bahasa dan aksen orang Makassar yang benar. Sehingga saat proses reading dan saat proses syuting aku harus pelajari banget agar bisa klop dengan perannya," lanjutnya.
Selain Zoe, film Puang Bos dibintangi Michelle Ziudith, Ibrahim Risyad, Arif Brata, Pritt Timothy, Gilbert Pattiruhu, Mongol Stres, dan lainnya.
Film Puang Bos bakal tayang di bioskop pada 14 November 2024.
Puang Bos merupakan film keempat dari tujuh film yang sudah dibintangi Zoe. Artis 19 tahun ini pun ingin terus mengeksplorasi kemampuan aktingnya. Dia juga siap merambah dunia tarik suara.
"Aku tuh pengen banget dapat peran jadi orang yang bipolar karena punya dua kepribadian, dan peran jadi orang yang homeless juga main di film action. Dan harapannya aku bisa terus belajar untuk bisa pandai berakting dengan memerankan berbagai peran," tutupnya. (Z-1)
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved