Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PENYANYI R&B Mac Ayres mempersembahkan sebuah karya baru dalam bentuk mixtape berjudul Cloudy, yang telah tersedia di berbagai platform streaming musik.
Menampilkan 15 lagu, Cloudy menceritakan masa-masa saat Ayres tumbuh dewasa di kota kecil Sea Cliff, New York, Amerika Serikat, serta kehidupannya di Boston dulu.
Mixtape baru Ayres membawa pendengarnya dalam perjalanan transformasi diri lewat lagu-lagu unggahannya paling populer di SoundCloud, termasuk She Just Wanna See Me RN, LOVE, She Won't Stay Long, dan sebagainya.
Melodi-melodi lembut khas Ayres terdengar sepanjang mixtape barunya yang dengan apik menampilkan evolusi musiknya.
Tentang Cloudy, Ayres mengatakan, "Proyek ini adalah tribute kepada fondasiku sebagai seorang musisi. Lagu-lagu di mixtape ini adalah kumpulan lagu-lagu pertama yang pernah aku tulis dan produseri. Aku tidak hanya mempelajari musikku, namun juga diriku sebagai seorang manusia. Saat aku menulis lagu-lagu ini aku sedang mengalami banyak ketidakpastian di hidupku. Aku berhenti bersekolah, aku jatuh cinta, aku melewati momen-momen bahagia dan momen-momen yang menyedihkan. Aku harap semua yang mendengar mixtape ini dapat mendengar kenaifan dan rasa cinta yang aku miliki untuk musik di proyek ini,"
"Lagu-lagu ini adalah kepingan penting bagi diriku saat ini, walaupun 8 tahun telah berlalu sejak aku menulis dan merekam lagu-lagu ini. Aku harap mixtape ini dapat menjadi pengingat bahwa kita tidak pernah tahu ke mana hidup ini akan membawa kita, tanpa mengingat kembali asal kita. Jika anda telah mendengarkan musikku sejak dulu, aku sangat berterima kasih. Aku sangat bersyukur untuk hidupku saat ini di mana aku dapat membagikan karya-karyaku. Banyak musik lain yang akan dibuat, namun untuk saat ini, aku harap anda dapat menikmati perjalanan nostalgia lewat mixtape ini," lanjutnya.
Talenta Ayres dalam mengungkapkan rasa cinta dan kehilangan secara misterius sangatlah dekat dengan suaranya yang ia kendalikan seperti layaknya sebuah instrumen.
Ayres kini telah merayakan masa lalunya untuk melangkah maju. Hasilnya adalah nuansa musik yang familiar sekaligus bernostalgia – yang pada akhirnya membentuknya menjadi seseorang yang kita kenal hari ini.
Ayres memadukan berbagai pengalaman hidupnya lewat dalam lagu-lagu yang ia tulis untuk menciptakan musik yang penuh hasrat dan relatable.
Multiinstrumentalis ini telah menempuh perjalanan panjang sejak Easy, lagu hit-nya yang dirilis pada 2017 dan telah mendapatkan sertifikasi gold RIAA. Mac terus membawa semangat DIY (do it yourself) khasnya ke khalayak lebih luas.
Ayres telah tampil di Indonesia sebanyak tiga kali tepatnya di AM Festival 2018, Java Jazz Festival 2019, dan di The Sounds Project 2023. (Z-1)
Pada dasarnya, album Duara, In The Moment, bicara tentang persepsi waktu — bagaimana ia bisa meregang, berulang, dan menggantung di luar kendali kita.
Like A Movie dari Kevlar.Alc adalah lagu tentang cinta terlarang yang terlalu kuat untuk diabaikan.
Ikang Fawzi menyoroti permasalahan pembagian royalti yang menurutnya belum bisa dikatakan adil karena terlalu banyak ke LMK.
Lyodra berharap dengan lagu Bodohnya Aku ada sesuatu yang beda yang bisa ia berikan ke para penggemarnya, baik itu dari segi musik, maupun videonya.
Musik video yang megah ini hadir dengan konsep Korean looks, memperlihatkan Ryans Rayel yang tampil memukau diiringi dengan 12 penari profesional.
Menyajikan perpaduan multigenre yang mencakup pop, R&B, dan alternatif khas Devin, EP Blue Skies dari Devin Kennedy hadir dengan focus track All Because I Love Someone.
Like A Movie dari Kevlar.Alc adalah lagu tentang cinta terlarang yang terlalu kuat untuk diabaikan.
Lyodra berharap dengan lagu Bodohnya Aku ada sesuatu yang beda yang bisa ia berikan ke para penggemarnya, baik itu dari segi musik, maupun videonya.
Musik video yang megah ini hadir dengan konsep Korean looks, memperlihatkan Ryans Rayel yang tampil memukau diiringi dengan 12 penari profesional.
Menyajikan perpaduan multigenre yang mencakup pop, R&B, dan alternatif khas Devin, EP Blue Skies dari Devin Kennedy hadir dengan focus track All Because I Love Someone.
Mengusung sound dengan bass drop khas dubstep, Ciko mengaku banyak terinspirasi dari genre yang ia geluti dahulu yakni post-hardcore dan death metal.
Bernuansa dream-pop dan shoegaze, Shed dari Shye membahas tentang kesedihan masa lalu yang tidak bisa kita ubah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved