Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Rudy Soedjarwo mengatakan film "Bila Esok Ibu Tiada" menyadarkan kita akan pentingnya sosok ibu dalam kehidupan.
"Sebenarnya, di usia yang sekarang ini, saya lebih menyadari bahwa kita sering kali kurang peka dalam berinteraksi dengan Ibu," ungkap Rudy membuka percakapan dengan Media Indonesia tentang alasan di balik tema kuat yang ia angkat.
"Mungkin ada kalanya kita berdebat dengan Ibu atau sibuk dengan urusan kita sendiri, dan sering kali kata yang keluar adalah 'nanti'—menunda waktu bersama dengan Ibu dengan dalih kesibukan," ujar Rudy saat berkunjung ke kantor Media Indonesia, Jumat (8/11).
Rudy menjelaskan bagaimana dirinya ingin menghadirkan momen-momen nyata yang sering terlupakan ini di layar. Di mana sang Ibu selalu menunggu, sementara kita seringkali tenggelam dalam urusan lain. Film ini ingin menyampaikan pesan tentang perasaan penyesalan yang mendalam, yang kerap datang saat sosok Ibu sudah tak lagi ada untuk kita.
Bagi Rudy, drama ini tak hanya berbicara tentang hubungan Ibu dan anak, tetapi juga mengenai prioritas hidup yang berubah seiring bertambahnya usia. "Semakin kita dewasa, banyak hal yang akhirnya jadi prioritas. Bukan berarti kita mengabaikan Ibu, tetapi terkadang kehidupan membawa kita untuk mendahulukan yang lain," tambahnya, mencerminkan bagaimana film ini menyoroti konflik peran dan tanggung jawab dalam keluarga.
Lewat karakter-karakter yang kompleks dan emosional, Rudy berharap film ini bisa menggugah emosi penonton, menyentuh mereka hingga mampu merasakan setiap luapan perasaan dari para tokoh. "Kami ingin setiap penonton bisa melihat diri mereka sendiri dalam karakter yang ada—sebagai seorang Ibu, ayah, atau anak-anak dengan peran berbeda-beda dalam keluarga," lanjutnya.
Rudy berharap film ini bukan hanya menghadirkan kisah yang relatable, tetapi juga sebagai refleksi bagi kita semua agar lebih menghargai waktu bersama Ibu sebelum terlambat. "Semoga penonton bisa mengeluarkan ekspresi dan isi hati mereka saat menonton," tutupnya dengan harapan agar film ini dapat menjadi pengalaman yang membekas dalam hati para penontonnya.
Film Bila Esok Ibu Tiada mengajak kita untuk merenungi arti dari kata "nanti" dan dampak yang mungkin tidak kita sadari pada orang-orang tercinta, khususnya sosok Ibu. (Z-3)
Rudy Soedjarwo dan Ardinia Wirasti berbagi kenangan pesan dari ibu mereka yang menginspirasi mereka dalam kehidupan.
Dalam film "Bila Esok Ibu Tiada", Christine Hakim dipercaya memerankan karakter Ibu, yang menurut sutradara Rudy Soedjarwo memiliki karisma kuat yang tidak mudah ditemukan pada aktris lain.
Kembalinya Ardinia Wirasti dan Rudy Soedjarwo dalam satu proyek film setelah sekian lama menandai kolaborasi yang lebih matang dan penuh kepercayaan.
Aktris Ardinia Wirasti berbagi pengalamannya menghidupkan karakter anak sulung yang berduka dalam film "Bila Esok Ibu Tiada," garapan sutradara Rudy Soedjarwo.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang perannya strategis dalam membangun karakter dan kualitas generasi masa depan.
Lindsay Lohan mengaku lebih bahagia menjadi seorang ibu sejak pindah ke Dubai pada 2014.
Para peserta, sebagian besar ibu-ibu, tampak antusias mengikuti langkah demi langkah pembuatan berbagai kreasi kue, belajar dari chef profesional dan influencer kuliner.
Lagu Ibu sejatinya merupakan karya lama Iwan Fals, yang ia tulis pada tahun 1977 saat masih berusia belasan. Karya tersebut tercipta dari kerinduan mendalam kepada sang ibunda.
BIDAN memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai pendamping utama bagi ibu dan keluarga dalam setiap fase kehidupan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved