Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Shawn Mendes tampaknya menyentuh isu sensitif mengenai seksualitas dalam lagu barunya, "The Mountain". Lagu itu nantinya menjadi bagian dari album self titled yang dijadwalkan rilis pada 15 November.
Dalam Tur For Friends and Family yang sedang berlangsung, Mendes menyuguhkan lagu ini, memberikan gambaran mendalam tentang cara pandangnya terhadap spekulasi yang mengelilinginya.
Dalam penampilannya, Mendes menyanyikan lirik yang berbicara langsung kepada publik: “Kadang-kadang, saya berubah pikiran / Anda dapat mengatakan apa yang perlu Anda katakan. Anda dapat mengatakan saya terlalu muda / Anda dapat mengatakan saya terlalu tua / Anda dapat mengatakan saya suka perempuan atau laki-laki / Apa pun yang sesuai dengan keinginan Anda.” Melalui lirik tersebut, ia menunjukkan betapa rumitnya persepsi orang lain tentang orientasi seksualnya, yang terus menjadi bahan pembicaraan.
Sebagai artis yang dikenal luas, Mendes telah menjalin hubungan dengan beberapa sosok terkenal, termasuk Camila Cabello dan yang baru-baru ini dengan Sabrina Carpenter. Namun, ia juga tidak menghindar dari perdebatan yang sering kali muncul di sekitar identitasnya. Dalam sebuah episode podcast Armchair Expert pada 2020, Mendes mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap rumor yang beredar.
“Itu sangat, sangat membuat saya frustasi karena ada beberapa orang dalam hidup saya yang sangat, sangat dekat dengan saya, yang gay dan tertutup,” katanya, merujuk pada teman-teman dekatnya yang juga menghadapi kesulitan dengan identitas seksual mereka.
Pernyataan Mendes mencerminkan dilema yang dihadapi banyak orang dalam masyarakat saat ini: keinginan untuk jujur sambil berhadapan dengan ekspektasi orang lain. Ia menegaskan tidak mengidentifikasi sebagai gay, ia memahami dan menghargai mereka yang berada di dalam komunitas tersebut.
“Dan saya merasa sangat marah terhadap orang-orang itu. Ini hal yang sangat rumit. Anda ingin berkata, 'Saya bukan gay, tetapi tidak apa-apa jika saya gay tetapi juga tidak ada yang salah dengan menjadi gay, tetapi saya tidak gay.' Anda tidak benar-benar tahu bagaimana menanggapi situasi tersebut.,”
Dengan hal itu ia penyanyi Stitches itu merasakan bahwa ia tidak sendirian banyak laki-laki diluar sana yang merasakan hal yang sama. Mendas juga mengatakan; “aya ingin mengatakan saya tidak peduli tentang itu, tetapi itu tidak benar,"
Dengan "The Mountain," Mendes tidak hanya menyajikan musik yang menggugah, tetapi juga menciptakan ruang untuk percakapan yang lebih luas tentang identitas dan penerimaan. (People/Z-3)
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved