Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPISAHAN dan perjalanan hidup selalu punya cerita yang berbeda-beda. Lewat lagu baru berjudul See You On Top!, Samara mengajak kita menyelami momen-momen sederhana namun bermakna, dari keseharian yang akrab hingga keputusan besar dalam hidup.
Lagu ini menggabungkan lirik yang relatable dengan nada optimistis, merangkul pendengar dari berbagai generasi—mulai dari Boomers, Millennial, hingga Gen Z.
Di Verse 1, lagu ini menggambarkan perpisahan yang sering kita temui dalam rutinitas, "Moment yang lama tertunda, terlipat dibalik liku labirin harimu."
Baris itu memotret keseharian kita—sibuk, penuh rutinitas, tapi selalu ada mimpi yang diam-diam ditenun. Mulai dari makan siang bareng tiap Senin sampai Jumat, hingga kebiasaan nge-gym bareng teman yang sering cuma jadi wacana. Ini adalah cerita yang pasti pernah dialami semua orang, apa pun generasinya.
Lalu, di bagian Chorus, pendengar diajak untuk memandang masa depan dengan semangat positif. "Sampai jumpa di lain kali, saat mimpi bukan lagi angan di sore hari."
Mimpi bukan lagi sekadar harapan yang tertunda—akan tiba waktunya mimpi itu menjadi nyata, dan semua perjalanan yang sudah kita jalani punya makna tersendiri.
Di Verse 2, lagu ini menyentuh momen-momen emosional yang penuh makna—momen terakhir check-in absensi di kantor, keputusan besar untuk melangkah lebih jauh, serta doa yang terus mengalir meski jalan sudah berbeda. Ini adalah potret perpisahan di tempat kerja yang mungkin kita semua pernah rasakan, penuh kenangan, tapi juga penuh harapan.
Bahasa yang digunakan sederhana, akrab, dan terasa seperti percakapan sehari-hari. Ada selipan kalimat santai seperti: "Wiiih last day nih.. Gilaa" dan "Gila lo bakal jadi CEO cepet-cepet nih." Kalimat-kalimat ini menambah kehangatan dan keakraban, membuat pendengar merasa terhubung secara personal.
See You On Top! bukan sekadar lagu perpisahan. Ini adalah pesan kuat bahwa setiap perjalanan, baik di tempat kerja, persahabatan, atau kehidupan, adalah langkah menuju puncak.
Lirik "No matter what... See you on top!" mengingatkan kita semua untuk tetap maju, apapun yang terjadi. Pesan ini jelas tidak hanya relevan untuk satu generasi saja—ini adalah dorongan universal untuk terus mengejar mimpi, melewati rintangan, dan bertemu lagi di puncak kesuksesan.
Lagu ini tercipta menggabungkan unsur-unsur yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Generasi Boomers mungkin melihat ini sebagai refleksi dari keputusan-keputusan besar dalam hidup. Millennial dan Gen Z akan merasakan bagaimana perpisahan ini relevan dengan dinamika karier dan kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan Gen Alpha bisa mulai belajar tentang perjalanan dan mimpi dari sudut pandang yang lebih sederhana.
Samara, band yang terdiri dari tiga anggota—Jey, Ara, dan Malik—adalah grup yang tetap produktif berkarya meski sibuk dengan aktivitas harian. Di tengah kesibukan Senin hingga Jumat, mereka masih merajut agendanya untuk berbagi buah pikiran melalui musik.
Mereka bertiga, di balik layar, selalu mengusahakan waktu untuk menciptakan musik yang bukan hanya dekat dengan mereka, tapi juga bisa berbicara kepada semua generasi. See You On Top! adalah bukti bagaimana Samara terus berkarya meski dalam kesibukan yang tak henti. (Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved