Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ZULAEYKA Cono, seorang penyanyi muda berbakat, kembali hadir dengan single terbarunya yang berjudul Sampai di Sini. Lagu ini secara resmi dirilis di platform digital pada 1 Oktober, diikuti dengan perilisan video klip pada 7 Oktober. Single ini mencerminkan perkembangan Zulaeyka sebagai seorang musisi yang fokus pada genre pop dengan lirik yang penuh emosi dan pengalaman hidup nyata.
Dalam proses penciptaan lagu Sampai di Sini, Zulaeyka bekerja sama dengan Kak Indra Watulingas yang berperan sebagai produser dan penulis lirik.
Zulaeyka sendiri turut berkontribusi dalam pembuatan lirik, mengambil inspirasi dari pengalaman dan curahan hati teman-temannya.
“Awalnya cerita lagu ini tidak terlalu berkaitan dengan saya, namun seiring waktu, saya akhirnya merasa terhubung dengan kisah ini,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Zulaeyka mengungkapkan keberhasilan tersebut tidak lepas dari dedikasi penuh timnya, yaitu Playful Management dan Petrick Mandey, yang berperan sebagai Vocal Coach sekaligus Director.
"Dalam penggarapan lagu ini tidak begitu sulit, karena aku juga dibantu sama Kak Petrick Mandey sebagai Vocal Coach & Director aku," ungkap Zulaeyka penuh rasa syukur.
Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang terus memberi kesempatan kepada pasangannya, tetapi kesempatan tersebut disia-siakan. Meski mengangkat tema yang emosional, Zulaeyka berhasil menghadirkan nuansa yang tetap enak didengar dalam genre pop.
Proses rekaman lagu ini dimulai pada Agustus, diikuti dengan pembuatan video klip pada September. Zulaeyka mengungkapkan seluruh proses berjalan dengan lancar dan tepat waktu.
Karier dan fokus
Zulaeyka memulai karir musiknya sejak kecil. Pada usia 8 tahun, ia merilis album anak-anak yang berisi lima lagu, termasuk judul seperti Doa Ibu dan Kita Anak Baik. Kini, di usianya yang ke-17, Zulaeyka kembali fokus pada musik dengan merilis single Sampai di Sini.
“Saya berharap bisa menyeimbangkan antara musik dan pendidikan, namun untuk saat ini saya lebih memilih fokus pada musik dulu,” ujarnya.
Tidak hanya berkarir di dunia musik, Zulaeyka juga aktif di berbagai kegiatan lainnya seperti taekwondo, dan ia telah meraih medali di turnamen nasional tahun 2017. Selain itu, Zulaeyka juga menunjukkan minat besar dalam organisasi, yang ia jalani di sekolah menengah atas (SMA). “Saya ingin mencoba menyeimbangkan berbagai hal, tapi untuk saat ini, fokus utama saya adalah musik,” tambahnya.
Zulaeyka memiliki harapan besar untuk karir musiknya. Jika single Sampai di Sini berhasil mendapatkan sambutan positif, ia berencana melanjutkan dengan single berikutnya.
“Pressure pasti ada, tapi yang penting adalah mempersiapkan mental dan terus berlatih,” ungkap Zulaeyka mengenai tantangan yang ia hadapi di industri musik.
Dengan karakter suaranya yang unik dan dedikasi pada musik, Zulaeyka berharap bisa terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi di masa depan. “Yang penting adalah tetap menjadi diri sendiri dan terus berproses,” tutupnya. (H-2)
DI penghujung tahun 2025, Petrus Mahendra atau Mahen kembali menelurkan karya terbaru setelah sebelumnya meluncurkan mini album bertajuk Setelah kau Pergi.
NDARBOY Genk merilis lagu baru berjudul Lanang Tenan, yang terinspirasi dari momen kelahiran anak keduanya, Nuno Swara Banyu Jayawijaya.
SETELAH merilis lagu Kamu Pemain atau Pelatih, penyanyi Avolia merilis single anyar berjudul Teman Makan Teman.
GRUP band The Lantis, yang populer dengan single Lampu Merah dan saat ini telah mencapai 65 juta pendengar di platform streaming, kali ini merilis single anyar berjudul Bunga Maaf.
MENUTUP tahun 2024, penyanyi Mahen merilis album mini bertajuk Setelah Kau Pergi di bawah naungan label Indo Semar Records.
Ihateband baru saja merilis single perdana mereka berjudul Kemana Otakku Berlari pada 9 November 2024 secara digital.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved