Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA perfilman Indonesia tidak pernah berhenti merilis film bergenre horor, salah satu yang bakal tayang di layar lebar film misteri-horor, Tebusan Dosa. Ini merupakan film besutan sutradara Yosep Anggi Noen dengan rumah produksi Palari Films.
Menarik dalam film ini, Anggi Noen melibatkan aktor asal Jepang, Shogen. Dia akan beradu akting dengan deretan bintang Indonesia seperti Happy Salma, Putri Marino hingga Lakshmi Notokusumo. Mengenal lebih jauh siapa sosok Shogen, berikut informasinya.
Mengutip dari IMDb, Shogen merupakan aktor kelahiran tahun 1978. Dia sudah terjun ke dunia film selama sekitar 20 tahun dengan film pertamanya merupakan film animasi berjudul Tori yang rilis pada 2004. Selama sekitar 20 tahun berkarya, Shogen tercatat membintangi lebih dari 70 judul film dan serial televisi.
Baca juga : Ulik 3 Fakta Unik dan Menarik tentang Film Tebusan Dosa
Sepanjang perjalanannya di dunia film, pria berusia 46 tahun itu tercatat terlibat dalam beberapa film skala internasional seperti Street Fighter: Assassin's Fist (2014), Death Note (2015), hingga membintangi film tinju Gensan Punch (2021).
Tebusan Dosa Film Indonesia Pertama Shogen
Dalam konferensi pers film Tebusan Dosa, Shogen mengungkap ini merupakan film Indonesia pertamanya. Telah mengenal Anggi Noen jauh sebelum film Tebusan Dosa, Shogen sudah sejak lama tertarik untuk bekerja sama dengan Anggi Noen.
"Sebenarnya saya sudah dua kali bermain film yang diproduksi di Indonesia, tetapi film ini yang pertama rilis," kata Shogen di Jakarta, Rabu (9/10).
Dirinya pertama kali bertemu dengan Anggi Noen di Okinawa, Jepang, pada 2015. Saat itu dirinya bertemu Anggi Noen pada gelaran Film Festival Okinawa.
"Pertemuan berikutnya terjadi di Festival Film Busan, Korea Selatan. Sejak itu kita terus banyak bicara soal film kami masing-masing dan ada ide kapan ya kita bisa bikin film bareng, enggak nyangka bisa secepat ini," ujarnya.
Baca juga : Sinopsis Tebusan Dosa, Film Horor yang menggandeng Produser Exhuma
Memerankan Tetsuya
Di film Tebusan Dosa, Shogen berperan sebagai Tetsuya. Karakter ini diceritakan seorang peneliti asal Jepang yang menetap di Indonesia. Tetsuya terlibat dalam misi pencarian Wening (Happy Salma), ibu yang berduka karena kehilangan putrinya, Nirmala (Keiko Ananta). Dia juga terlibat akting dengan Tirta (Putri Marino) yang juga ikut membantu Wening mencari anaknya.
Adapun, Tebusan Dosa merupakan film misteri-horor besutan sutradara Yosep Anggi Noen. Film ini menyajikan kisah seorang ibu mencari anaknya yang hilang akibat kecelakaan di sungai.
Anggi menciptakan atmosfer misteri horor realistik mencekam yang dibalut dengan drama yang kuat. Menghadirkan latar suburban, Anggi menggunakan pendekatan kengerian horor yang bukan saja dari wujud setan tetapi juga tekanan hidup yang kompleks.
Terasa spesial, Tebusan Dosa menjadi film yang tururt didukung oleh studio produksi asal Korea Selatan, Showbox, yang mempoduseri Exhuma. Adapun film itu bakal tayang di Bioskop pada 17 Oktober 2024.(M-3)
Bahkan setelah lolos casting film Posesif, ia sempat merasa ingin mengundurkan diri.
Dalam film Tebusan Dosa, penonton diajak untuk merasakan perasaan hampa dan kosong dari sebuah kehilangan, kegelisahan dalam menghadapi ketidakpastian, dan harapan yang tak pernah padam.
Film Tebusan Dosa tidak hanya menjanjikan ketegangan horor yang mendebarkan, tetapi juga menggabungkan elemen sinematografi internasional dengan Showbox Korea.
Untuk perannya sebagai Wening, seorang ibu yang berjuang mencari anaknya, Happy Salma harus belajar mengendarai sepeda motor selama satu bulan penuh.
Putri Marino dan Happy Salma didapuk memerankan dua karakter utama. Ini menjadi kali pertama antara kedua aktris tersebut untuk berlakon bersama di film horor.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Angka kelahiran Jepang 2025 jatuh ke rekor terendah 705.809 bayi. Pemerintah fokus naikkan pendapatan generasi muda untuk atasi krisis demografi yang kian akut.
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Seorang donatur misterius menyerahkan 21 kg emas batangan senilai Rp60 miliar ke Pemerintah Kota Osaka, Jepang, untuk perbaikan pipa air tua.
Korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 24 orang yang dijadwalkan melakukan kunjungan kerja.
Program ini dirancang untuk memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat Sumut, baik di dalam maupun luar negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved