Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH produksi Falcon Pictures telah merilis poster dan teaser trailer untuk film Aku Jati, Aku Asperger karya Sutradara Fajar Bustomi, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 31 Oktober 2024.
Dalam keterangan resmi, Kamis (3/10), Aku Jati, Aku Asperger mengangkat kisah inspiratif tentang perjuangan seorang remaja dengan sindrom Asperger untuk menemukan jati dirinya di tengah berbagai tantangan sosial.
Bukan sekadar hiburan, film tersebut juga membawa pesan penting tentang pemahaman terhadap individu dengan spektrum autisme, khususnya sindrom Asperger.
Baca juga : Film Home Sweet Loan Rilis Trailer, Poster, dan OST Resmi
"Kami berharap film ini dapat membuka wawasan masyarakat tentang bagaimana individu dengan Asperger dapat menemukan tempat mereka di dunia ini," kata Produser Falcon Pictures Frederica.
Dalam teaser trailer berdurasi 49 detik yang diunggah di kanal YouTube Falcon, terlihat seorang remaja laki-laki bernama Jati (Jefri Nichol) yang memperkenalkan dirinya sebagai penyandang Asperger dan mengetuk pintu seorang perempuan (Carissa Perusset).
Kesal dengan Jati yang berulang kali mengetuk pintu rumahnya, perempuan tersebut langsung menutup pintu rumahnya lagi dan tidak menjawab ketukan pintu dari Jati. Adegan berakhir dengan tanggal penayangan film tersebut pada 31 Oktober 2024.
Baca juga : Film Laura Rilis Poster dan Cuplikan
Selain teaser trailer, Falcon juga merilis poster resmi Aku Jati, Aku Asperger dengan nuansa merah dan lautan simbol emosi di bagian bawahnya. Poster itu memperlihatkan deretan pemain yang akan tampil berakting di film tersebut.
"Lewat film ini, saya sadar bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing untuk berjuang, dan perbedaan itu justru yang membuat kita lebih kaya sebagai manusia," kata Fajar Bustomi selaku Sutradara film Aku Jati, Aku Asperger.
"Saya harap film ini bisa memberi pengertian lebih luas tentang mereka yang mungkin selama ini terabaikan atau tidak dipahami," sambungnya.
Film Aku Jati, Aku Asperger dibintangi oleh Jefri Nichol, Hanggini, Dikta Wicaksono, Carissa Perusset, Livy Renata, Eka Nusa Pertiwi, Keisya Levronka, Ziva Magnolya, Gabriel Prince, Kathrina JKT48, Nopek Novian, Mamat Alkatiri, Willem Bevers, dan Vonny Anggraini.
Film Aku Jati, Aku Asperger akan tayang di bioskop Indonesia mulai 31 Oktober 2024. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Drama Korea terbaru “A Hundred Memories” kembali mencuri perhatian dengan merilis poster spesial yang menandai dimulainya paruh kedua perjalanan cerita.
Visual poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ini menampilkan seorang yang tengah diikat di sebuah tiang kayu, dengan kobaran api yang mengelilinginya.
Tsabita dan tim mahasiswa KKN Unimus Semarang menggelar demonstrasi terapi rendam kaki air hangat di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Film Keluarga Super Irit menceritakan perjuangan keluarga Sukaharta dalam menjalani hidup hemat usai sang kepala keluarga kehilangan pekerjaan.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja menjelaskan bahwa film Mungkin Kita Perlu Waktu menggambarkan realita bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menghadapi trauma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved