Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SOLOIS dan penyanyi-penulis lagu Putri Ariani resmi merilis single Senyumannya Tutupi Semua Lelah, hari ini, Jumat (20/9). Single Senyumannya Tutupi Semua Lelah merupakan single perdana untuk album Putri, yang berjudul Evolve.
Bagi Putri, single ini dianggap sebagai pembuka lewat senyuman, karena ia ingin berbagi cinta kasih kepada sesama. Nilai humanis tersebut dijalankan Putri secara nyata lewat kolaborasinya bersama Cinta Quran Foundation.
"Sebagian penghasilan dari streaming lagu ini Insya Allah akan Putri donasikan untuk tujuan kemanusiaan," jelas Putri, "Doakan, bismillah, semoga semua dilancarkan."
Baca juga : Rafi Sudirman Hadirkan Nuansa Romantis di Single Senyam Senyum
Latar belakang Putri sebagai seorang muslim membawanya pada penulisan lirik Senyumannya.
Ia akui bahwa lagu ini terinspirasi dari ayat suci Al-Qur'an, surat Az-Zumar ayat sepuluh (10) yang berbunyi, "Katakanlah (Muhammad), 'Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.' Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan."
Bukan pertama kalinya bagi Putri menulis lagu yang terinspirasi dari kitab suci Al-Qur'an.
Baca juga : Straight Club Rilis Single Find My Way
Sebelumnya, Putri juga merilis "Teruskan Langkah Baikmu" pada Februari tahun ini, yang diakuinya digagas dari Alquran surat Al-Insyirah ayat lima (5) dan enam (6).
Senyumannya Tutupi Semua Lelah ditulis oleh Putri, termasuk proses rekamannya. Bukan hanya single ini, semua lagu yang akan dirilis lewat album Evolve nantinya juga digarap oleh Putri.
Mengenai proses, Putri menjelaskan bahwa dia turun langsung menjadi produser untuk albumnya
Baca juga : Cita Amelia Rilis Single Mantenan
"Putri belajar menjadi produser sendiri bersama tim internal Putri," ungkapnya.
Bagi Putri, proses rekaman Senyumannya Tutupi Semua Lelah juga memiliki tantangan.
"Lagu ini secara notasi lebih simple, nyanyinya juga harus lebih deep, jangan sampai over," kata Putri.
Baca juga : Los Garelloz Rilis Single Perdana Keliling Kota
Walau begitu, Putri menyimpulkan kalau rekaman single ini secara umum sangat lancar.
Soal penulisan lirik, kali ini Putri menggunakan sudut pandang orang ketiga (dia). Hal ini yang membedakan Senyumannya Tutupi Semua Lelah dengan lagunya yang lain.
"Biasanya Putri pakai sudut pandang orang pertama (aku), atau sudut pandang orang kedua (kamu)," ujar Putri.
Putri mendedikasikan Senyumannya Tutupi Semua Lelah untuk mereka yang hebat, yang selalu tersenyum dalam perjuangannya, tersenyum dalam lelahnya.
Putri menggambarkan, "It touches me so much, karena kita tahu, kadang hidup itu enggak mudah. Hari-hari enggak selalu indah, tapi orang-orang hebat ini, kita semua, yang bisa selalu tersenyum dalam kondisi apapun, percaya bahwa selalu ada kebaikan di setiap langkah, bahagia akan datang."
Lewat lagu yang dikonsep Putri berwarna pop, agak indie, dan soulful ini, dia berharap bahwa siapapun yang mendengarkan lagu ini dapat menikmati dan menyanyikannya kembali dengan senyuman.
Nilai humanis yang kuat dari lagu ini dijalankan secara nyata oleh Putri lewat kolaborasinya dengan Cinta Quran Foundation pada video musik Senyumannya Tutupi Semua Lelah.
Kolaborasi ini dijalankan untuk kampanye Syiar Quran Project yang dijelaskan oleh Putri sebagai program komunal dari rangkaian hulu-hilir program Cinta Quran Foundation dalam rangka berperan aktif memberikan manfaat bagi Indonesia, baik dalam hal dakwah, pendidikan, kesehatan maupun kemanusiaan.
Program Syiar Quran Project mencakup beberapa poin yang di antaranya; Pelatihan baca Alquran di pedalaman, untuk mualaf dan narapidana, sedekah makan untuk yang membutuhkan, penyaluran dana zakat 100% tanpa potongan, sampai bantuan operasional untuk pasien anak di Rumah Singgah Al-Fatih Bandung, dan siswa Sekolah Generasi Quran Bogor.
Link donasi untuk Syiar Quran Project terdapat di video musik Senyumannya Tutupi Semua Lelah di YouTube.
Video musik Senyumannya Tutupi Semua Lelah disutradarai Angger Pamungkas. Dengan konsep yang sangat berhubungan dengan campaign bersama Cinta Quran Foundation, video ini berkisah soal seorang relawan yang aktif di berbagai kegiatan kemanusiaan karena terinspirasi dari sang ayah dan ingin melanjutkan perjuangan beliau.
Dalam tugasnya, ia kadang merasa cemas memikirkan kondisi ayahnya yang sakit, tapi senyuman para penerima manfaat mampu menguatkan hatinya. Begitu juga senyumannya yang selalu jadi penghibur dan penyemangat para penerima manfaat.
Putri menjelaskan, "Para pemeran di video klip ini memilki latar belakang yang sama dengan kehidupan personal mereka, baik karakter utama yang memang gemar terlibat di program kemanusiaan, begitu pula para penerima manfaat dalam video yang menggunakan talent asli dan donasi yang diberikan dalam pengadeganan juga diberikan sungguhan." Dia juga menambahkan, "Proses pembuatan video ini sangat minim gimmick." (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved