Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
TRIO GAC (Gamaliel, Audrey, Cantika) kembali hadir menyapa penggemarnya melalui sebuah single berkelas. Kembali hadir usai vakum selama tiga tahun, grup musik ini telah merilis 4 buah karya, yang salah satunya adalah sebuah lagu terbaru berjudul Higher yang sudah dapat dinikmati sejak Jumat (13/9).
Higher adalah sebuah lagu emosional yang bercerita tentang rasa merelakan seseorang tersayang walaupun cinta yang dimiliki masih sangatlah besar.
Lagu ini menjadi refleksi akan makna cinta yang lebih dewasa, dengan cinta tidak selalu berarti memiliki, tetapi kadang berarti melepaskan demi tujuan yang lebih baik bagi kedua pihak. Topik cinta ini menjadi sentuhan baru yang diangkat oleh GAC dalam karya mereka kali ini.
Baca juga : Single Season Rilis Single Baru Dari Hati
Cantika menggambarkan beratnya perasaan di balik lagu ini, "Lagu ini bercerita tentang cinta yang kuat banget. Awalnya, kita kira dialah yang akan menemani kita selamanya. Mereka bahkan merasa cocok sehingga percaya dapat mencapai mimpi bersama sebagai sepasang kekasih. Namun setelah bertahun-tahun, ternyata segala usaha mereka bersama harus gagal karena satu dan lain hal yang menyakitkan. Tapi kita tahu rasa sakit ini tidak akan membiarkan kita untuk masing-masing tetap saling mendukung dalam mencapai mimpi secara individual."
Trio penerima penghargaan AMI itu juga mengatakan bahwa lagu ini seolah mengingatkan orang-orang yang mengalami perasaan serupa. Alih-alih memaksakan diri untuk tetap bersama, lebih baik melepaskan beban tersebut agar bisa mendapatkan yang lebih baik..
Cerita sedih ini pun dirasa oleh ketiga personel ini untuk dikemas dengan cara yang spesial. Musik bernuansa pop ballad dengan sentuhan R&B menjadi senjata yang sempurna untuk menghanyutkan perasaan para pendengarnya.
Baca juga : Ear Sun Rilis Single Rapuh
Pemilihan genre musik ini sendiri didasari oleh para personel GAC yang merasa rindu dengan era pop ballad R&B di era 90-an hingga awal 2000-an.
Gamaliel mengungkapkan, "Kami kangen banget sama lagu-lagu ballad R&B di masa itu, yang sekarang sudah jarang terdengar. Akhirnya kami bertiga sepakat untuk mengajak Aldi Nada Permana untuk memproduseri dan membantu mewujudkan lagu impian kami ini."
Dalam penulisan lirik, GAC kembali berkolaborasi dengan ROF, sahabat mereka, untuk menyempurnakan pesan yang ingin mereka sampaikan.
Baca juga : Reza Arfandy, Anov Blues One, dan Ashley Hamel Berkolaborasi di Single Bad Boi
Tidak hanya kuat dari sisi cerita, Higher juga menonjolkan harmoni dan melodi yang dipadukan dengan vokal khas GAC yang kaya akan harmoni.
Aldi Nada Permana hadir sebagai produser, dengan dukungan Ano Stevano dalam proses mixing dan mastering.
Menariknya, single emosional ini menjadi salah satu jalan GAC untuk memperkenalkan perjalanan musik mereka yang baru. Nantinya, Higher akan masuk ke dalam album keempat mereka yang akan segera dirilis.
Saat ini, GAC sudah memiliki 3 lagu lainnya yakni Baru, Really Really Want, dan The Way You Move, yang sudah dirilis sejak tahun lalu. (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved