Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKHRI Violin, Bretya Adhi, dan Matalino Marquez Siraj telah mengumumkan single terbaru mereka yang berjudul Goosebumps.
Berasal dari latar belakang musik yang berbeda, Fakhri Violin (klasik dan pop elektronik), Bretya Adhi (pop radio), dan Matalino Siray (jazz & disko), trio ini menyatukan visi mereka untuk menciptakan gaya musik baru yang belum umum di Indonesia.
Goosebump adalah lagu bergenre electro-funk yang menceritakan pengalaman umum di kalangan remaja saat mereka jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang yang baru, setelah sekian lama tidak merasakan cinta. Emosi yang dirasakan adalah perasaan mendebarkan, canggung, dan luar biasa.
Baca juga : Jaz Rilis Single Boleh Merindu
Sebagai produser utama dan komposer, Fakhri Violin sangat fokus untuk menangkap emosi dari ide awal dalam aransemen lagu ini. Fakhri bertujuan menggambarkan peningkatan emosi yang dialami saat 'cinta pada pandangan pertama', mulai dari sekedar tatapan hingga detak jantung yang tak terkendali saat sang remaja berbicara langsung dengan orang yang mereka cintai. Semua emosi ini disampaikan melalui suara perkusi dan synthesizer yang semakin intens dan mengangkat suasana dari tengah hingga akhir lagu.
Dengan gaya musik 'electro-funk' ini, Fakhri, Bretya, dan Matalino yakin bahwa mereka akan memperkenalkan variasi baru ke industri musik Indonesia, terutama dalam lagu-lagu bertema cinta.
Mereka berusaha untuk menciptakan variasi baru di pasar musik yang saat ini didominasi oleh pop-ballad.
Goosebumps dirilis di bawah label Passion Vibes, yang juga mewakili artis-artis seperti Kaleb J, Belanegara Abe, Gbrand, dan Bennet AK. (Z-10
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved