Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MY Gosh adalah proyek berawal saat Gesit Mutiarta mencoba format akustik pada 2016. Kemudian, pada 2019, My Gosh merilis album full band dan bertransformasi menjadi Emotronic(perpaduan elektronik (hip hop) – emo – poppunk) pada 2020.
My Gosh merupakan sebuah proyek dengan 4 anggota, yaitu; Gesit Mutiarta pada Gitar & Vokal, Ananta Faizal untuk Gitar & Backing Vokal, Anggi Rambe – Horn dan backing Vokal, dan Jerikho Immanuel sebagai DJ & Synth.
Merilis sebuah lagu dengan judul Ordinary Lad, My Gosh melihat bahwa lagu yang menantang genre ini memadukan energik dari hentakan drum dan bass dengan penuh emosi yang bercerita, menciptakan suara unik yang beresonansi dengan pendengar di berbagai tingkatan.
Baca juga : Dara Fu Rilis Single Usah Dengar Kata Orang
Dengan lirik yang mengungkapkan kerinduan terhadap validasi keduanya dan koneksi, lagu Ordinary Lad menangkap esensi dari merasa terjebak antara ingin menonjol dan perjuangan menjadi sekadar wajah lain dalam kerumunan.
Bagian menarik dari lagu ini adalah karya seni ini dihasilkan oleh tiga seniman: Agus Satria (sketsa), Iqbal Mubarak (digitalisasi), dan Migo Nebukadnezar (tata letak).
My Gosh berharap dengan rilisan Ordinary Lad ini sekaligus bisa menjadi Langkah awal dari berbagai rilisan yang sudah dipersiapkan My Gosh. (Z-1)
Avenged Sevenfold (A7X) resmi kembali ke Jakarta pada 10 Oktober 2026 di JIS. Simak jadwal presale, harga tiket, dan informasi lengkapnya di sini.
Avenged Sevenfold (A7X) resmi kembali ke Jakarta pada 10 Oktober 2026 di JIS. Simak harga tiket mulai Rp665 ribu dan jadwal presale di sini.
Setelah tampil memukau di akhir pekan lalu, ONE OR EIGHT sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi GQ Hong Kong x Vogue Hong Kong Double Vision gala.
Di Ujung Waktu dari Namira Anjali berkisah tentang pertemuan dengan cinta yang terasa utuh dan dewasa, namun hadir pada situasi yang mustahil untuk dipersatukan.
Setelah sukses menyelesaikan tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2025 IMPACT pada November lalu, grup ini kini memasuki fase artistik yang lebih berani namun tetap relevan.
Pengumuman ini menandai babak baru bagi Celine Dion setelah empat tahun berjuang melawan Stiff Person Syndrome kondisi neurologis langka yang sempat melumpuhkan dirinya.
Setelah tampil memukau di akhir pekan lalu, ONE OR EIGHT sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi GQ Hong Kong x Vogue Hong Kong Double Vision gala.
Di Ujung Waktu dari Namira Anjali berkisah tentang pertemuan dengan cinta yang terasa utuh dan dewasa, namun hadir pada situasi yang mustahil untuk dipersatukan.
Setelah sukses menyelesaikan tur BALLISTIK BOYZ LIVE TOUR 2025 IMPACT pada November lalu, grup ini kini memasuki fase artistik yang lebih berani namun tetap relevan.
Mengusung genre bittersweet pop, USOTSUKI dari STARGLOW menyajikan kontras yang unik antara aransemen musik yang ceria dengan lirik penuh penyesalan tentang cinta yang telah usai.
Dalam debutnya, EL CAPITXN berkolaborasi dengan dua nama besar: Taehyun dari TOMORROW X TOGETHER dan musisi asal Amerika Serikat, Jeremy Zucker.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved