Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SOLOIS muda Jaz Hayat atau Jaz siap menghadirkan kejutan manis bagi para penggemarnya. Dalam rangka perilisan sekaligus bagian dari promo film terbaru Sony Pictures Fly Me to the Moon, yang akan tayang pada 2 Agustus, penyanyi kelahiran Brunei Darussalam, 5 Mei 1993 itu, akan mengisi lagu tema dengan menyanyikan ulang lagu populer karya Bart Howard, Fly Me to the Moon.
Hal ini tentunya sangat disyukuri Jaz yang melihat ini sebagai sebuah kesempatan besar sepanjang karier bermusiknya.
“Aku merasa terhormat karena mendapat kesempatan menyanyikan ulang salah satu lagu klasik yang sudah berkali-kali dilantunkan berbagai penyanyi. Terima kasih kepada Sony Pictures karena sudah memilih aku langsung untuk menyanyikan lagu ini,” ungkap Jaz.
Baca juga : Lagu Jaz Hayat Berjudul Bersamamu Tembus Satu Juta Stream
Lagu Fly Me to the Moon diciptakan Bart Howard pada 1954 dengan memakai judul awal In Other Words.
Versi yang paling terkenal adalah versi yang dinyanyikan Frank Sinatra pada 1964 dan dimuat di album It Might as Well Be Swing.
Menurut Howard sendiri, pada saat versi Sinatra muncul, mungkin lagu ini sudah memiliki lebih dari 100 versi dengan penyanyi berbeda.
Baca juga : Sambut Hari Kebaya Nasional, 5 Wanita Rilis Lagu Kebaya Indonesia
Meski mengusung genre jazz, untuk versi terbaru ini, aransemen Fly Me to the Moon (From Fly Me to the Moon Movie) akan disesuaikan dengan karakteristik Jaz.
“Aku belum pernah menyanyikan lagu bergenre jazz murni dan aransemen lagu ini pun dibuat menyesuaikan dengan ciri khas dan sentuhan yang dimiliki seorang Jaz. Jadi, untuk para penggemar Jaz yang selama ini sudah terbiasa mendengar Jaz bernyanyi genre pop, tidak akan kaget saat mendengar Fly Me to the Moon (From Fly Me to the Moon Movie) yang cenderung ke arah jazz,” papar Jaz.
Prosesnya sendiri terbilang cepat karena hanya memakan waktu dua minggu, mulai dari rekaman hingga pembuatan video klip.
Baca juga : Ashira Zamita Rilis Single 1 Dari 1000
Jaz bersyukur banyak pihak yang membantu pengerjaan single ini sehingga ia tidak menemui hambatan yang berarti.
Namun, Jaz mengakui bahwa ia sempat merasakan keraguan untuk menyanyikan lagu legendaris ini.
“Jujur, ada rasa takut saat harus menyanyikan Fly Me to the Moon (From Fly Me to the Moon Movie) karena memberikan nyawa di lagu ini cukup sulit mengingat ada banyak sekali versi di luar sana oleh penyanyi berbeda. Tapi, karena sudah diberi kepercayaan oleh pihak Sony Pictures, maka aku akan menyanyikan versiku dengan sebaik-baiknya. Semoga hasilnya tidak mengecewakan,” ungkapnya
Baca juga : Niki Rilis Single Tsunami
Siap dinikmati oleh para pendengar musik secara luas mulai hari ini, Senin (29/7), Jaz berharap versinya ini akan bisa diterima oleh seluruh masyarakat.
“Semoga para penikmat musik bisa menikmati versi remake Jaz, baik itu penyuka genre jazz yang tahu versi klasik lagu ini atau pun penyuka musik secara umum yang belum pernah mendengarnya. Ini adalah lagu yang sangat digemari banyak orang dan juga legendaris, aku harap Fly Me to the Moon (From Fly Me to the Moon Movie) terbaru ini bisa diterima dan dinikmati semua orang juga,” harap Jaz.
Single terbaru Jaz, Fly Me to the Moon (From Fly Me to the Moon Movie) sudah bisa didengar di platform musik digital mulai hari ini, Senin (29/7). (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved