Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SITA Nursanti Dewi menjadi salah satu aktris yang berperan dalam dua episode di serial Nightmares and Daydreams karya Joko Anwar. Ia berperan menjadi Dewi dalam dua latar waktu yang berbeda. Satu pada era 1990-an, satunya lagi pada era 2024.
Untuk bisa memberikan perbedaan dari karakter yang telah melintas waktu tersebut, Sita pun diminta Joko dan produser Tia Hasibuan melakukan perubahan.
“Jadi untuk membedakan dua karakter saya di dua episode, selain make up untuk memperlihatkan usia yang lebih tua, Bang Joko dan Tia juga mengharapkan ada perbedaan dalam berat badan. Saya pun menyanggupi untuk melakukannya. Jadi dengan jarak syuting sekitar sembilan bulan, saya turun bobotnya sampai 20 kilogram,” kata Sita Nursanti Dewi saat sesi jamuan media di hotel Fairmont, Kamis (13/6).
Baca juga : Fakta Serial Nightmares and Daydreams Joko Anwar
“Memang di serial ini membutuhkan proses berat. Kami tanyakan juga, apakah para cast dan kru bersedia? Misalnya seperti Sita yang muncul di dua episode yang terpaut 20 tahun lamanya, makanya harus ada perbedaan,” kata Joko Anwar.
Dalam serial bergenre fiksi ilmiah supranatural ini, Sita beradu peran dengan Kiki Narendra dan Fachri Albar. Saat pertama kali bertemu dengan Joko untuk proyek serial ini, Sita sempat bingung karena Joko mengajak untuk jumpa presentasi. Meski demikian, setiap bergabung dengan proyek yang digarap Joko, Sita selalu merasa diapresiasi karena sekecil apapun peran akan mendapat perlakuan sama dengan pemeran utama.
Serial Nightmares and Daydreams tayang di Netflix sudah tayang sejak Kamis (13/6) secara serentak di 190 negara.(M-3)
Keduanya berperan sebagai sepasang suami istri yang tinggal di sebuah permukiman TPST Bantargebang.
Serial ini akan mengeksplorasi genre fiksi ilmiah supranatural yang belum banyak dijelajahi oleh kreator dan sineas Indonesia.
Aktor Korea Selatan Kim Seon-ho mengungkap fakta menarik di balik salah satu adegan paling ikonik dalam episode pertama drama Can This Love Be Translated?.
Lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia menonton konten Indonesia pada 2025, dan 35 tayangan Indonesia berhasil masuk dalam daftar Top 10 Global Netflix.
BAGI sutradara Sim F, kembali ke kursi sutradara setelah lima tahun sejak film Susi Susanti: Love All (2019) bukan sekadar urusan profesional.
INDUSTRI film Indonesia bersiap melakukan terobosan besar pada tahun 2026 dengan menghadirkan pilihan cerita yang jauh lebih beragam.
Drama Korea No Tail to Tell menghadirkan kisah gumiho Gen Z unik dibintangi Kim Hye Yoon dan Park Solomon.
CEO Paramount David Ellison meluncurkan gugatan hukum dan upaya akuisisi paksa (hostile takeover) terhadap Warner Bros. Discovery demi menjegal kesepakatan dengan Netflix.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved