Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dangdut senior Jhonny Iskandar meninggal dunia di usia 64 tahun pada Jumat, 10 Mei 2024 pagi. Jhonny Iskandar merupakan penyanyi yang banyak menghasilkan lagu-lagu populer di tahun 1990-an bersama grup musik Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR).
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Evry Joe dalam pesan singkatnya.
"Saya atas nama Ketua Humas Persatuan Artis Film Indonesia dan juga Direktur Rumah Film Indonesia mengucapkan duka yang amat dalam karena saya sangat kenal betul dengan almarhum Jhonny Iskandar," kata Evry dalam keterangannya yang diterima pada Jumat.
Baca juga : Penyanyi Lagu Dangdut Terbayang-Bayang Ona Sutra Meninggal Dunia
Evry mengenang momen terakhir bersama mendiang Jhonny saat keduanya menyambangi Kalimantan bersama dengan rekan-rekan dari industri film dan musik Indonesia. Dalam perjalanan itu, ujar Evry, mereka juga berkesempatan untuk mengunjungi Ibu Kota Nusantara.
"Selamat jalan bang Jhonny semoga karya-karyamu menjadi ladang amal dan keluarga yang ditinggalkan tabah menerima panggilan dari yang maha kuasa. Semoga bang Jhonny diterima di sisi Allah dan Surga Firdaus menantimu, amin ya rabbal alamin," ucap Evry.
Ungkapan duka kepada penyanyi senior yang kerap mengenakan kacamata dan topi ikoniknya itu juga disampaikan oleh rekan-rekan sesama musisi. Grup musik Seringai yang mengunggah video cuplikan aksi Jhonny Iskandar di atas panggung.
Baca juga : Penyanyi Dangdut Jacky Hasan Meninggal Dunia akibat Tumor Otak
"Selamat jalan Om Jhonny, RIP. sampai berjumpa lagi. we love you," tulis Seringai dalam unggahannya di Instagram.
Selain itu, penyanyi sekaligus presenter Melanie Subono juga mengunggah ungkapan duka kepada mendiang Jhonny Iskandar di akun jejaring sosial Instagram miliknya.
"Selamat jalan legend @jhony.isk. U really changed the game of indonesian music Om Happy jamming up there !!! Ampe hari ini, kl bete suara om pasti minimal bikin senyum dengan lirik khas om. Itu yang namanya PENGHIBUR," tulis Melanie.
Jhonny Iskandar merupakan penyanyi dangdut kenamaan yang populer pada tahun 1980-an dan 1990-an. Dia berhasil menciptakan berbagai tembang populer baik saat bersama grup musik OM PMR maupun berkarir solo di antaranya "Bukan Pengemis Cinta", "Judul-Judulan", dan "Ada Gak Ada".
(Ant/Z-9)
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Penyanyi solo Kunto Aji muncul dengan cara tak biasa dengan tampil mengenakan pakaian serba kuning, lengkap dengan sepatu hitam di Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
MEMASUKI usia 74 tahun, sang Ratu Dangdut Indonesia, Elvy Sukaesih hingga kini masih tetap aktif berkarya. Terbaru, Elvy akan tampil di festival musik Synchronize Fest 2025
Masdddho memulai karier dari platform TikTok, mengunggah video cover dan karya-karya awalnya sebelum akhirnya merilis lagu-lagu original.
RHOMA Irama membagikan kabar duka pada pagi ini, Minggu (13/7). Sang Raja Dangdut menginformasikan bahwa penyanyi dangdut senior Yunita Ababiel meninggal dunia.
Bucek Depp dan aktris muda Nadya Arina, yang memerankan tokoh ayah bernama Tyo dan calon ibu fiksi dari grup GJLS, Feni, membawakan lagu dangdut tersebut sebagai soundtrack (lajur suara)
RAJA Dangdut Indonesia Rhoma Irama mengapresiasi banyaknya penciptaan lagu saat ini yang semakin kreatif dan inovatif. Salah satunya, tecermin dalam kompetisi bertajuk LCLD 2025.
Setiap lagu dalam album ini memiliki karakter unik yang menggambarkan perjalanan dangdut dari akar tradisionalnya hingga berkembang ke berbagai subkultur modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved