Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI sekaligus penulis lagu EJAE akhirnya menanggapi rumor soal pendapatan fantastis dari film KPop Demon Hunters, setelah namanya ramai dikaitkan dengan angka 45,6 miliar won atau sekitar US$34 juta.
Spekulasi itu mencuat di tengah laju sukses film animasi aksi-fantasi tersebut di pasar global. Bukan cuma filmnya yang menuai pujian, soundtrack-nya juga ikut meledak dan membawa nama para kreatornya ke sorotan.
Dalam konferensi pers yang digelar Rabu di Yongsan I’Park Mall, Seoul, EJAE merespons kabar soal potensi royalti jumbo itu dengan nada hati-hati.
“Saya belum benar-benar tahu. Prosesnya memang butuh waktu,” kata EJAE saat ditanya soal pencairan royalti, dilansir dari The Korea Times, Kamis (2/4).
Pernyataan itu langsung memicu rasa penasaran publik. Sebab, di balik jawabannya yang singkat, ada satu pertanyaan besar yang terus bergulir: seberapa besar sebenarnya uang yang bisa dihasilkan dari fenomena global seperti KPop Demon Hunters?
KPop Demon Hunters menjadi salah satu judul yang mencuri perhatian karena berhasil menembus pasar internasional. Film ini menggabungkan elemen aksi, fantasi, dan budaya K-pop, dengan cerita tentang para superstar yang diam-diam bertugas melindungi dunia.
Kesuksesan film ini makin terasa setelah memborong sejumlah penghargaan bergengsi dunia, termasuk di Critics Choice Awards, Golden Globes, hingga Grammy Awards.
Puncaknya terjadi pada 15 Maret, saat film tersebut memenangkan Best Animated Feature dan Best Original Song di Academy Awards ke-98.
Tak hanya filmnya, lagu-lagu dalam soundtrack juga ikut melesat. Selain Golden yang menjadi breakout hit, lagu seperti Soda Pop dan Your Idol juga mendapat perhatian internasional dan memperluas daya jangkau album ini secara global.
Angka 45,6 miliar won yang kini ramai dibicarakan sebenarnya berawal dari penampilan EJAE di acara tvN “You Quiz on the Block.”
Saat itu, ia ditanya apakah royalti yang diterimanya bisa menyaingi hadiah 45,6 miliar won yang identik dengan serial hit “Squid Game.”
Namun, EJAE tidak pernah membenarkan angka tersebut. Ia hanya menjelaskan bahwa sistem pembayaran royalti, terutama di Amerika Serikat, memang tidak cair dalam waktu singkat.
“Kalau di AS, biasanya butuh sekitar satu tahun,” ujarnya.
Artinya, angka yang beredar saat ini masih sebatas spekulasi. Belum ada konfirmasi resmi soal berapa besar pendapatan yang benar-benar akan diterima.
Meski belum ada angka final, sejumlah pihak industri memberi petunjuk bahwa nilainya memang berpotensi besar.
Produser Vince, yang terlibat dalam lagu Soda Pop dan Your Idol, mengakui bahwa capaian soundtrack film ini sulit diukur dengan standar biasa.
“Sebagai komposer K-pop, masuk Top 5 Billboard adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi, jadi sangat sulit memperkirakannya,” kata Vince.
“Kalau royalti dari luar negeri mulai masuk tahun depan, saya mungkin bisa pingsan.”
Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa KPop Demon Hunters bukan sekadar sukses secara artistik, tetapi juga bisa menjadi ladang cuan besar bagi para kreatornya.
Di tengah spekulasi nilai royalti yang terus membesar, respons EJAE justru terasa personal dan membumi.
Saat ditanya apakah ia menantikan pembayaran tersebut, EJAE mengaku antusias. Ia bahkan sudah memikirkan rencana sederhana jika uang itu benar-benar datang.
“Saya ingin membelikan hadiah untuk ibu saya, dan saya juga akan menikah,” ujarnya.
EJAE diketahui akan melangsungkan pernikahan pada November mendatang. Komentar itu pun cepat menyedot perhatian warganet karena memberi sisi yang lebih manusiawi di balik rumor pendapatan miliaran won.
Sampai sekarang, belum ada angka resmi soal berapa royalti yang akan diterima EJAE dari KPop Demon Hunters. Distribusi royalti internasional memang kerap memakan waktu berbulan-bulan, bahkan lebih lama, sebelum angka final bisa diketahui.
Namun, melihat kombinasi antara prestasi film di ajang penghargaan, performa soundtrack di tangga lagu, dan jangkauan global proyek ini, ekspektasi publik terus menanjak.
Untuk saat ini, satu hal yang jelas KPop Demon Hunters telah berubah dari sekadar film animasi menjadi mesin hit global, dan EJAE berada tepat di pusat cerita besar itu.
EJAE, Rei Ami, dan Audrey Nuna, berhasil mencuri perhatian di panggung Academy Awards ke-98 dengan memasukan budaya Korea Selatan dalam penampilan mereka.
Balutan nuansa hitam dan emas menjadi gaun pilihan EJAE, Audrey Nuna, dan Rei Ami yang perdana tampil di Academy Awards.
EJAE mencatatkan sejarah dengan meraih total 2,1 miliar streaming on-demand (audio dan video) sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
Lagu "Golden" dari film Netflix "KPop Demon Hunters" mencetak sejarah sebagai lagu K-pop pertama yang meraih Grammy.
EJAE tampil emosional saat pidato menerima Golden Globe untuk lagu “Golden” soundtrack film animasi Netflix KPop Demon Hunters.
Vionita Sihombing kini tengah menjalani fase pendewasaan karier yang lebih personal, beralih dari sekadar penyanyi teknis menjadi seorang pendongeng.
MUSIKUS Mandarin Eric Chou, yang dikenal akan lagu-lagu baladanya yang menyentuh, dijadwalkan menyapa penggemarnya di Indonesia dalam sebuah konser bertajuk Odyssey Stars.
King Nassar memandang setiap peristiwa dalam hidup, baik itu kehilangan maupun kehadiran hal baru, sebagai bagian dari ketetapan Sang Pencipta yang harus dihadapi dengan keikhlasan.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Penyanyi solo Kunto Aji muncul dengan cara tak biasa dengan tampil mengenakan pakaian serba kuning, lengkap dengan sepatu hitam di Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved